Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pengamat: Kabar Buruk bagi Warga Dunia

Pengamat mengatakan gencatan senjata ini lebih baik daripada perang habis-habisan, mengingat masih banyak WNI yang berada di wilayah Timur Tengah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rifqah
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Perpanjangan gencatan senjata ini, menurut Pengamat, tentunya akan banyak menguntungkan bagi AS dan Israel jika mereka bisa manajemen konflik dengan baik.
  • Namun, Pengamat mengatakan bahwa gencatan senjata ini lebih baik daripada harus perang habis-habisan, mengingat masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Timur Tengah.
  • Adapun, langkah tersebut diambil oleh Trump setelah adanya permintaan dari Pakistan, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Intelijen dan Keamanan Nasional, Stepi Anriani, mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran merupakan kabar buruk bagi dunia.

Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata kali ini tidak memiliki batas waktu, tapi blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.

Adapun, gencatan senjata AS dan Iran pertama kali dilakukan pada 7 April dan akan berakhir pada Rabu (22/4/2026), sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump. 

Sementara itu, pihak Iran menyatakan pengumuman sepihak dari Trump itu tidak berarti bagi mereka.

Perpanjangan gencatan senjata ini, menurut Stepi, tentunya akan banyak menguntungkan bagi AS dan Israel jika mereka bisa manajemen konflik dengan baik.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini tentunya kabar buruk bagi warga dunia ya, karena semakin diperpanjang, perang ini mau bagaimana nih, mau lanjut, mau tidak. Kalau tidak apa syaratnya, kalau lanjut bagaimana mekanismenya, kan begitu," katanya, Rabu (22/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Tapi kita sekarang ada di grey zone, ada di tengah-tengah, artinya tidak bicara perang lanjut atau tidak, tapi bicara gencatan senjata dulu, diam dulu, konsolidasi dulu, ini akan bisa berubah," tambahnya.

Di sisi lain, Stepi juga mengatakan bahwa gencatan senjata ini lebih baik daripada harus perang habis-habisan, mengingat masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Timur Tengah.

"Fase ini adalah fase yang mungkin lebih baik ketimbang perang habis-habisan dalam satu minggu ini. Ini lebih baik, untuk apa? Pertama, kita punya 500-an ribu lebih WNI yang tersebar di seluruh Timur Tengah."

"Baru ada evakuasi itu 4 negara, pertama Iran 114, Bahrain 34, Kuwait 14, Qatar 5, jadi kurang dari 200 orang yang evakuasi, sementara yang lain merasa masih belum terdampak ya," jelas Stepi.

Stepi mengatakan, AS memilih untuk memperpanjang gencatan senjata agar bisa konsolidasi untuk menentukan langkah-langkah ke depan dan mempertimbangkan adanya gejolak energi serta minyak.

Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan AS–Iran, Ini Alasan di Balik Keputusan Krusialnya

"Karena Iran tentunya tidak mudah untuk ditaklukan dan tidak mudah juga untuk ikut game atau permainan ini, kalau saya lihat seperti permainan perang ini," ucapnya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan tersebut melalui media sosial buatannya Truth Social pada Rabu.

"Kami diminta menunda serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka bisa mengajukan proposal yang terpadu," tulis Trump.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas