Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Curhatan Zelensky Soal Ukraina: Kami Tak Bisa Tunggu hingga Perang Iran Selesai

Berbicara dengan CNN, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut negaranya tak bisa menunggu hingga perang Iran selesai.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebut isu agresi Rusia ke negaranya mulai terlupakan akibat perang di Iran.
  • Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak bisa mengantre dan menunggu perang di Iran usai untuk mendapatkan bantuan atau perhatian diplomatik.
  • Bagi Kyiv, menunda upaya perdamaian hingga isu Timur Tengah reda adalah sebuah pertaruhan nyawa yang sangat berisiko.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky kembali mengungkapkan kegalauannya terkait masa depan negaranya.

Zelensky merasa isu agresi Rusia ke Ukraina mulai terlupakan lantaran perhatian dunia kini tersedot sepenuhnya ke konflik bersenjata di Iran.

Dalam wawancara eksklusif bersama CNN, Rabu (22/4/2026), Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak bisa mengantre dan menunggu perang di Iran usai untuk mendapatkan bantuan atau perhatian diplomatik.

Bagi Kyiv, menunda upaya perdamaian hingga isu Timur Tengah reda adalah sebuah pertaruhan nyawa yang sangat berisiko.

"Ukraina itu bukan urusan 'nanti'. Kami sedang berada di tengah tragedi besar."

"Kita harus bisa mengelola kedua konflik ini secara paralel," tegas Zelensky.

Rekomendasi Untuk Anda

Zelensky menyoroti kendala teknis di mana tim negosiator Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Steve Witkoff dan Jared Kushner, kini harus "berbagi otak" untuk menangani dua konflik besar sekaligus.

Kondisi ini membuat pertemuan-pertemuan strategis untuk Ukraina menjadi tertunda karena AS masih fokus membereskan urusan dengan Iran.

Tak hanya soal diplomasi, dampak perang Iran juga merembet ke urusan dapur pacu militer Ukraina.

Zelensky mengakui pasokan senjata vital, seperti sistem pertahanan udara, mulai tersendat.

Kapasitas produksi industri pertahanan AS dikabarkan kewalahan memenuhi permintaan yang datang dari dua front berbeda.

Baca juga: Zelensky Serukan Pembangunan Sistem Pertahanan Anti-Balistik Eropa dalam Setahun

Kemudian dalam wawancara tersebut, Zelensky menyinggung soal pinjaman dari Uni Eropa sebesar 90 miliar Euro atau sekitar Rp1.500 triliun.

Zelensky menyebut pinjaman dari Uni Eropa bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan urusan hidup dan mati.

"Ini benar-benar soal kelangsungan hidup kami. Kami butuh dana tersebut untuk bertahan dan mempertahankan wilayah kami," tambahnya.

Meski Ukraina sudah berupaya menggenjot produksi alutsista mandiri, seperti drone interseptor yang mencapai 1.000 unit per hari, Zelensky mengaku keterbatasan dana tetap menjadi tembok besar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas