Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.521, Zelenskyy Sambut Rencana Pertukaran Tawanan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut rencana pertukaran tawanan yang berlanjut antara Rusia dan Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Perang Rusia–Ukraina hari ke-1.521, Presiden Ukraina Zelenskyy menyebut jalur pertukaran tawanan terus berjalan dan negosiasi dengan Amerika Serikat berlanjut.
- Kepala Kantor Zelenskyy, Kyrylo Budanov mengatakan Ukraina kembangkan drone berbasis AI yang akan jadi “kejutan” bagi Rusia.
- Uni Eropa menyetujui pinjaman €90 miliar untuk Ukraina dan mendukung sanksi baru terhadap Rusia.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.521 pada Jumat (24/4/2026).
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan, jalur pertukaran antara Ukraina dan Rusia terus berlanjut, dan pertukaran tahanan baru sedang direncanakan.
"Pembicaraan kami dengan kelompok Amerika terus berlanjut. Sejauh ini, hanya melalui telepon atau daring. Ada pertukaran informasi, dan jalur ini terus berjalan," kata Zelenskyy kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
"Ini sangat penting bagi Ukraina. Anda telah melihat berapa banyak orang yang telah kami kembalikan baru-baru ini. Sekarang kami menunggu pertukaran informasi lainnya. Semoga semuanya akan berjalan lancar," lanjutnya.
Zelensky juga mengomentari kemungkinan kunjungan perwakilan Presiden AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Kyiv.
"Ya, kami mengharapkan kedatangan mereka. Saya pikir mereka akan datang. Nah, bagi kami saat ini perang di Ukraina adalah prioritas utama. Bagi Amerika, perang di Iran adalah prioritas utama. Tetapi Ukraina juga termasuk di antara topik prioritas. Kami telah membahas ini dengan tim negosiasi. Kami menantikan pertemuan tersebut," katanya.
Pertukaran tawanan antara Ukraina dan Rusia terus berlangsung sejak awal invasi skala penuh, dengan jumlah warga yang dipulangkan terus meningkat.
Pada malam Paskah, 11 April, sebanyak 175 pejuang dan tujuh warga sipil Ukraina berhasil dibebaskan. Sehari kemudian, Kepala Kantor Kepresidenan, Kyrylo Budanov, menyatakan pertukaran berikutnya masih dipersiapkan.
Presiden Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mengungkapkan Ukraina telah memulangkan 5.857 warga melalui pertukaran serta lebih dari 550 orang melalui jalur lain. Pada 3 Agustus 2025, kedua pihak juga menyepakati pertukaran hingga 1.200 orang.
Sejumlah pertukaran penting terus terjadi, termasuk 84 orang pada 14 Agustus, pertukaran ke-68 pada 24 Agustus, serta ke-69 pada 2 Oktober 2025 yang melibatkan ratusan personel militer dan sipil.
Baca juga: 6 Pesawat Militer Kapasitas Muatan Terbesar di Dunia: Buatan Rusia, Bisa Angkut Tank dan Helikopter
Memasuki 2026, pertukaran berlanjut dengan 157 orang pada 5 Februari, sekitar 200 orang pada 5 Maret, dan 300 tentara serta dua warga sipil pada 6 Maret. Pada hari yang sama, Rusia juga menerima kembali 300 tentaranya melalui Belarus.
Secara keseluruhan, rangkaian ini menunjukkan meski konflik masih berlangsung, kedua pihak tetap menjaga jalur komunikasi untuk memulangkan warga masing-masing.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina secara resmi memasuki fase konflik terbuka pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer dalam skala besar. Namun, ketegangan antara kedua negara sebenarnya telah berlangsung sejak runtuhnya Uni Soviet yang diikuti dengan kemerdekaan Ukraina.
Dalam perkembangannya, Ukraina semakin menjalin kedekatan dengan negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Langkah tersebut dipandang oleh Rusia sebagai ancaman terhadap kepentingan strategisnya di kawasan.
Situasi memanas sejak peristiwa Revolusi Maidan pada 2014, yang berujung pada jatuhnya pemimpin Ukraina yang pro-Rusia. Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok wilayah Krimea, disusul konflik bersenjata di kawasan Donbas antara pemerintah Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Baca tanpa iklan