Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketegangan Lebanon-Israel Memanas, Gencatan Senjata Terancam Gagal

Di tengah laporan pelanggaran dan kerusakan luas, Lebanon bersiap meminta perpanjangan gencatan senjata dalam pembicaraan yang dimediasi AS

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  • Israel mengklaim menguasai 55 desa di Lebanon selatan dan melarang warga kembali.
  • Gencatan senjata 10 hari dilaporkan terus dilanggar dan terancam gagal.
  • Lebanon akan meminta perpanjangan gencatan senjata dalam perundingan di Washington

 

TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Lebanon selatan terus memanas di tengah konflik dengan Israel.

Meskipun gencatan senjata 10 hari yang diumumkan oleh Amerika Serikat (AS) pada 16 April 2026 masih berlangsung.

Israel sebelumnya mengklaim telah menguasai 55 desa di Lebanon selatan.

Tak hanya itu Israel juga melarang warga kembali ke wilayah tersebut.

Penduduk yang mencoba mendekat dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel.

Sejak 2 Maret 2026, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.475 orang.

Rekomendasi Untuk Anda

Serangan Israel juga melukai hampir 7.700 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, mengutip Al Mayadeen, Jumat (24/4/2026).

Gencatan senjata yang akan berakhir pada Minggu (26/4/2026) disebut telah dilanggar setiap hari.

Hal ini pun meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik.

Sementara itu, pembicaraan lanjutan antara Lebanon dan Israel dijadwalkan berlangsung di Washington.

Seorang pejabat tinggi Lebanon menyatakan bahwa pemerintahnya akan mengajukan tuntutan penting dalam pertemuan tersebut.

“Beirut akan meminta perpanjangan gencatan senjata dan penghentian penghancuran rumah serta perataan rumah dengan buldoser di desa-desa yang diduduki selama pertemuan tersebut,” ujarnya kepada media.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari sesi persiapan yang difasilitasi Amerika Serikat pekan lalu, dengan harapan dapat menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas