Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

Generasi muda memegang peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Bonus demografi hanya akan berhasil jika didukung SDM unggul dan produktif.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi  Pencari Kerja
HO/IST
BONUS DEMOGRAFI INDONESIA - Bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan. Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang adaptif, pekerja keras, dan mampu menciptakan nilai. 
profile tribunners
PROFIL PENULIS
Malvin Pradipta Irianto
Pengusaha Muda dan Praktisi Konstruksi

 

INDONESIA sedang menikmati bonus demografi yang akan mencapai puncaknya dalam beberapa tahun ke depan. Jumlah usia produktif yang besar sering disebut sebagai peluang menuju Indonesia Emas 2045. Namun, pertanyaannya, apakah bonus demografi otomatis menjadi keuntungan? Jawabannya tidak.

Bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila generasi mudanya memiliki kapasitas, karakter, dan keberanian untuk menciptakan nilai. Jika tidak, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban sosial akibat tingginya angka pengangguran, rendahnya produktivitas, dan minimnya daya saing.

Sebagai pengusaha jasa konstruksi yang setiap hari berinteraksi dengan banyak anak muda, saya melihat ada dua fenomena yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, generasi muda Indonesia memiliki kreativitas yang luar biasa. Mereka cepat belajar, adaptif terhadap teknologi, dan berani mencoba hal-hal baru.

Di sisi lain, masih banyak yang terjebak dalam pola pikir instan, takut mengambil risiko, dan terlalu fokus mencari kenyamanan dibandingkan membangun kompetensi. Akibatnya, banyak pengusaha mengaku sulit mendapatkan tim kerja yang bagus dan sesuai, sisi lain, banyak anak muda juga sulit mendapatkan pekerjaan.

Di era digital saat ini, peluang sebenarnya terbuka lebih luas dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Anak muda tidak lagi harus menunggu kesempatan datang. Mereka bisa menciptakan kesempatan sendiri melalui bisnis, teknologi, ekonomi kreatif, maupun profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Seperti membuat software untuk efektivitas dan efisiensi dalam merancang dan menghitung kebutuhan anggaran biaya proyek pembangunan rumah, dan masih banyak lagi.

Karena itu, menurut saya ada tiga karakter yang harus dibangun oleh generasi muda Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, karakter pembelajar. Anak muda harus belajar caranya  belajar, karena dunia berubah terlalu cepat untuk mereka yang berhenti belajar. Gelar pendidikan penting, tetapi kemampuan untuk terus belajar jauh lebih penting. Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu beradaptasi.

Kedua, karakter pekerja keras. Kesuksesan bukan hasil dari motivasi sesaat, melainkan akumulasi disiplin dan konsistensi yang dilakukan setiap hari. Banyak anak muda ingin hasil besar, tetapi tidak semua siap menjalani proses panjang di belakangnya.

Ketiga, karakter pencipta nilai. Generasi muda perlu mengubah cara pandang dari "apa yang bisa saya dapatkan?" menjadi "apa yang bisa saya berikan?". Ketika seseorang mampu memberikan solusi bagi banyak orang, nilai ekonomi akan mengikuti.

Dalam dunia usaha yang saya jalani, saya melihat bahwa tantangan terbesar Indonesia bukanlah kekurangan sumber daya alam, melainkan kekurangan sumber daya manusia yang unggul. Bangunan, jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur dapat dibangun dengan teknologi. Namun, membangun manusia membutuhkan waktu, keteladanan, dan budaya yang kuat.

Oleh karena itu, semua pihak perlu terlibat. Dunia pendidikan harus semakin dekat dengan kebutuhan industri. Dunia usaha harus membuka ruang bagi pengembangan talenta muda. Pemerintah perlu terus menciptakan ekosistem yang mendukung kewirausahaan, bukan malah sebaliknya. Dan para pemimpin muda harus berani menjadi contoh, bukan sekadar penonton.

Saya percaya Indonesia tidak kekurangan anak muda yang cerdas. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak anak muda yang berani berkarya, berani memimpin, dan berani mengambil tanggung jawab untuk masa depan Indonesia.

Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai hanya dengan mimpi besar. Indonesia emas akan lahir dari jutaan anak muda yang setiap hari bekerja keras, belajar tanpa henti, dan menciptakan manfaat bagi sesama. Masa depan Indonesia bukan sesuatu yang kita tunggu. Masa depan Indonesia adalah sesuatu yang kita bangun, mulai hari ini.

Baca juga: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Pemenuhan Gizi yang Berkeadilan

Sesuai Minatmu

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas