Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dari Pakistan, Menlu Iran Abbas Araghchi Terbang ke Rusia Temui Putin

Abbas Araghchi melakukan perjalanan ke Rusia untuk bertemu Vladimir Putin. Upaya perdamaian Iran dan Amerika Serikat masih belum mencapai kepastian.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Jajak pendapat menunjukkan perang tersebut tidak populer di kalangan warga Amerika.

Ketika ditanya apakah pembatalan tersebut menandakan dimulainya kembali pertempuran, Trump menjawab: "Tidak, itu tidak berarti demikian."

Iran Menawarkan Kesepakatan kepada AS untuk Membuka Kembali Selat Hormuz dan Menunda Pembicaraan Nuklir

Dalam perkembangan terbaru, Iran menawarkan kesepakatan kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan membantu mengakhiri perang, sambil menunda pembicaraan tentang program nuklirnya ke tahap selanjutnya, lapor Axios.

Menurut laporan tersebut, proposal itu disampaikan kepada AS melalui mediator Pakistan setelah kegagalan pembicaraan di Islamabad.

Tawaran tersebut akan memprioritaskan pembukaan kembali jalur air strategis dan meredakan konflik, sementara isu nuklir yang lebih kontroversial ditunda ke negosiasi berikutnya.

Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan di Situation Room pada Senin (27/4/2026) terkait Iran bersama tim keamanan nasional dan kebijakan luar negeri utamanya, menurut tiga pejabat AS.

Baca juga: Iran Minta Blokade Dicabut, Trump Batalkan Misi Utusan AS ke Pakistan: Mereka Bisa Telepon Kami

Salah satu pejabat mengatakan pertemuan tersebut akan membahas kebuntuan dalam negosiasi dengan Iran serta opsi langkah selanjutnya dalam perang.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump mengisyaratkan dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu bahwa ia ingin melanjutkan blokade angkatan laut.

Ia berharap blokade itu akan membuat Iran menyerah dalam beberapa minggu ke depan ketika fasilitas minyaknya berisiko runtuh akibat ketidakmampuan mengekspor minyak.

"Ketika Anda memiliki sejumlah besar minyak yang mengalir melalui sistem Anda, jika karena alasan apa pun jalur ini ditutup karena Anda tidak dapat memasukkannya ke dalam kontainer atau kapal, maka jalur itu bisa meledak dari dalam. Mereka mengatakan hanya memiliki sekitar tiga hari sebelum itu terjadi," kata Trump.

"Dan ketika meledak, Anda tidak akan pernah bisa membangunnya kembali seperti semula. Itu hanya akan menjadi 50 persen dari kondisi sekarang. Jadi saya pikir mereka berada di bawah tekanan."

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas