3.203 Rudal Patriot PAC-3 MSE Akan Diborong AS, Anggaran Militer Membengkak
Lonjakan anggaran militer Amerika Serikat hingga 44 persen memicu rencana besar pengadaan ribuan rudal pencegat.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat berencana membeli 3.203 rudal Patriot PAC-3 MSE pada tahun 2027.
- Hal ini membuat anggaran militer membengkak.
- Yakni dalam kerangka anggaran militer 1,5 triliun dolar AS yang naik 44 Persen.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) berencana memborong senjata dalam rangka memenuhi kebutuhan pertahanan, khususnya dalam konflik yang kini tengah dihadapi, termasuk melawan Iran.
Departemen Perang AS berencana membeli 3.203 rudal pencegat Patriot Advanced Capability-3 Missile Segment Enhancement (PAC-3 MSE) pada tahun fiskal 2027.
Rencana ini terungkap dalam dokumen anggaran yang dirilis pada 3 April dan dianalisis oleh koresponden RIA Novosti.
Pengadaan tersebut menjadi bagian dari permintaan anggaran militer sebesar 1,5 triliun dolar AS, angka tertinggi sepanjang sejarah.
Pembengkakan anggaran ini mencapai 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mengutip Al Mayadeen, Senin (27/4/2026).
Kenaikan ini mencerminkan percepatan besar dalam produksi dan pengadaan sistem rudal.
Sebagian besar permintaan berasal dari Angkatan Darat AS.
Di mana mengajukan pembelian 2.798 rudal PAC-3 MSE untuk tahun fiskal 2027.
Jumlah ini melonjak 682 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana hanya 358 rudal yang dibeli melalui berbagai skema pendanaan.
Baca juga: Stok Rudal AS Menyusut Imbas Pengalihan Senjata ke Timur Tengah
Dari sisi anggaran, alokasi untuk program ini juga meningkat drastis.
Dari 1,65 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 12,23 miliar dolar AS pada 2027.
Kenaikan lebih dari 600 persen.
Lonjakan ini menunjukkan pergeseran strategi menuju penumpukan stok dalam skala besar sekaligus peningkatan kapasitas produksi.
Permintaan anggaran tersebut diajukan menjelang pemilihan paruh waktu November 2026 dan diperkirakan akan memicu perdebatan sengit di Kongres AS.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan