Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dituding Jadi Antek Asing Iran

Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 orang usai dituding mendukung serangan Iran dan bersekongkol dengan pihak asing.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Kelompok HAM juga memperingatkan kebijakan semacam ini dapat membuat seseorang menjadi tanpa kewarganegaraan atau stateless, yang berisiko memperburuk ketegangan politik di dalam negeri Bahrain.

Perkembangan Terkini Perang Iran

1. Harga Minyak Naik, Diplomasi AS-Iran Buntu

Harga minyak dunia kembali naik di tengah kebuntuan pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran untuk menghentikan konflik yang terus memanas.

Kenaikan ini terjadi karena pasar khawatir ketegangan geopolitik akan mengganggu pasokan energi global, terutama di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis Selat Hormuz.

Al Jazeera melaporkan, harga minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Juni naik 45 sen atau 0,4 persen menjadi 108,68 dolar AS per barel pada pukul 00.51 GMT.

Kenaikan ini melanjutkan lonjakan 2,8 persen pada sesi sebelumnya dan menjadi kenaikan selama tujuh hari berturut-turut untuk kontrak tersebut.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Juni naik 58 sen atau 0,6 persen menjadi 96,96 dolar AS per barel.

WTI juga sebelumnya mencatat kenaikan sebesar 2,1 persen pada hari perdagangan sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasar menilai belum adanya titik temu antara Washington dan Teheran membuat risiko gangguan distribusi minyak semakin besar.

Investor kini terus memantau perkembangan negosiasi dan potensi dampaknya terhadap stabilitas pasokan global.

2. Proposal Iran Terungkap, Trump Bahas Akhir Perang

Baca juga: 5 Populer Internasional: Rusia Jual 22 Ton Emas - Kata Analis soal Target Perang Iran Sebenarnya

Iran mengirimkan proposal baru kepada Amerika Serikat yang berisi syarat-syarat untuk mengakhiri perang melalui mediator Pakistan.

Proposal tersebut disebut menjadi upaya terbaru Teheran untuk membuka jalan diplomasi setelah konflik dengan AS dan Israel terus memanas.

Media Amerika Serikat melaporkan, proposal itu mencakup penundaan pembahasan program nuklir Iran hingga perang dengan AS dan Israel berakhir.

Selain itu, Iran juga meminta penyelesaian kebuntuan terkait pengiriman dan jalur perdagangan di Selat Hormuz sebelum pembahasan lain dilanjutkan.

Gedung Putih mengonfirmasi Presiden Donald Trump telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin pagi untuk membahas proposal tersebut.

Namun, rincian lengkap isi proposal belum diungkap ke publik.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas