Trump Mengacuhkan Proposal Damai Iran, Apakah Perang Dingin Bakal Kembali Terjadi?
Presiden AS, Donald Trump dilaporkan mengacuhkan proposal damai yang dikirimkan oleh Iran. Apakah Perang Dingin bakal terulang kembali?
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nuryanti
AS juga telah menyita kapal tanker lain yang membawa minyak mentah Iran dan diduga "barang selundupan" yang menurut AS dapat digunakan Iran untuk perang.
Trump mengatakan dia tidak akan mencabut blokade sebelum Iran menyetujui kesepakatan yang mengatasi kekhawatiran tentang program nuklirnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent telah meningkatkan kampanye sanksi tekanan maksimum yang menargetkan lembaga keuangan, perusahaan pelayaran, dan bahkan kilang minyak "kecil" di China yang memproses minyak Iran yang dikenai sanksi.
"Ini adalah tekanan maksimum di mana-mana dan dari semua sudut," ucap seorang pejabat senior pemerintahan.
"Itu bisa berarti tindakan militer juga. Mungkin juga tidak. Itu terserah presiden," ungkapnya.
Para pejabat pemerintahan Trump dan sekutunya percaya bahwa sanksi tersebut dapat membuat Iran tidak mungkin lagi menyimpan lebih banyak minyak.
Sehingga, kata para pejabat, Iran harus menutup sumur-sumur minyaknya — yang menyebabkan kerusakan ekonomi besar.
Namun, para analis yang mengkritik perang tersebut mengatakan bahwa hal itu tidak akan berhasil untuk mendapatkan konsesi dari Iran.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan