Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

UEA Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Prioritaskan Kepentingan Nasional dan Fleksibilitas Energi

UEA tinggalkan OPEC mulai Mei 2026. Langkah ini dinilai bisa mengubah peta kekuatan minyak dunia dan memicu dinamika baru pasar energi global.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in UEA Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Prioritaskan Kepentingan Nasional dan Fleksibilitas Energi
HO/IST/The Arab Weekly
UEA TINGGALKAN OPEC - Pipa minyak di kilang Ras Tanura Saudi Aramco. UEA tinggalkan OPEC mulai Mei 2026. Langkah ini dinilai bisa mengubah peta kekuatan minyak dunia dan memicu dinamika baru pasar energi global. 

Ringkasan Berita:
  • UEA keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026 demi fleksibilitas produksi dan kepentingan nasional.
  • Langkah ini berpotensi melemahkan pengaruh OPEC di pasar minyak global.
  • Pasar energi diperkirakan lebih dinamis dengan potensi peningkatan pasokan minyak.

TRIBUNNEWS.COM - Uni Emirat Arab (UEA) resmi mengumumkan akan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) efektif mulai 1 Mei 2026.

Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam peta geopolitik energi global, mengingat posisi UEA sebagai salah satu produsen minyak utama dalam organisasi tersebut.

Mengutip laporan France 24, pemerintah UEA menyatakan langkah ini diambil untuk menyesuaikan kebijakan energi dengan kepentingan nasional, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan fleksibilitas produksi.

Sementara itu, APA.az melaporkan bahwa keputusan tersebut akan berlaku efektif mulai awal Mei 2026.

OPEC adalah organisasi yang didirikan pada 1960 oleh negara-negara produsen minyak guna mengoordinasikan kebijakan energi.

Fungsi utamanya adalah mengatur kuota produksi minyak untuk menjaga keseimbangan pasar global dan menstabilkan harga.

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui mekanisme ini, OPEC membantu negara anggota menjaga pendapatan dari sektor migas dan memperkuat posisi tawar di pasar internasional.

Namun, sistem kuota juga kerap membatasi kemampuan negara anggota untuk meningkatkan produksi sesuai kapasitas dan kebutuhan domestik.

Menurut laporan Reuters, UEA ingin memiliki kontrol lebih besar atas kebijakan produksinya.

Negara ini tengah melakukan ekspansi kapasitas produksi minyak serta investasi besar di sektor energi, termasuk energi bersih.

Dengan keluar dari OPEC, UEA tidak lagi terikat pembatasan produksi kolektif, sehingga dapat menyesuaikan output dengan strategi ekonomi nasional dan dinamika pasar global.

Baca juga: Harga Minyak Tergelincir, Dunia Soroti OPEC+ dan Kebijakan Perdagangan Trump

Langkah ini juga mencerminkan pergeseran strategi energi UEA yang lebih fleksibel dan berorientasi jangka panjang, termasuk diversifikasi ekonomi di luar minyak.

Keputusan UEA dipandang sebagai pukulan terhadap kohesi OPEC.

Sebagai produsen utama, keluarnya UEA berpotensi mengurangi efektivitas organisasi dalam mengontrol pasokan dan harga minyak dunia.

Analisis dari The Guardian dan MarketWatch menyebutkan bahwa peningkatan produksi dari UEA dapat menambah pasokan global dan berpotensi menekan harga minyak.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas