Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Orangutan Kalimantan Jadi Sorotan di Jepang, Donasi Tembus Rp100 Juta per Hari

Donasi orangutan di Jepang tembus 1 juta yen sehari. Publik antusias dukung program penyelamatan satwa langka dari Indonesia

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Orangutan Kalimantan Jadi Sorotan di Jepang, Donasi Tembus Rp100 Juta per Hari
Tribunnews.com/Komachi
ORANG UTAN VIRAL - Orangutan Jennifer lahir pada 13 Maret 2011 (perempuan, 14 tahun). Dia memiliki kepribadian yang ingin tahu dan terutama suka bermain di air. Makanan favorit saya adalah jeruk keprok. (Komachi) 

Ringkasan Berita:
  • Kebun Binatang Tobe di Ehime, Jepang, menggalang dana untuk program perkembangbiakan orangutan Kalimantan yang terancam punah 
  • Target 10 juta yen disambut antusias, dengan donasi menembus 1 juta yen sehari dan lebih dari 5 juta yen hingga akhir April 
  • Program ini melibatkan kerja sama Jepang–Indonesia dan fokus pada pasangan orangutan Hayato dan Jennifer
 

 

TRIBUNNEWS.COM,  JEPANG – Upaya pelestarian satwa langka kembali mendapat perhatian luas publik.

Kebun Binatang Tobe di prefektur Ehime Jepang meluncurkan penggalangan dana (crowdfunding) untuk mendukung program perkembangbiakan orangutan Kalimantan yang terancam punah.

Ternyata demi Orangutan bisa terkumpul uang 1 juta yen per hari.

Program ini menargetkan dana sebesar 10 juta yen, namun antusiasme publik sangat tinggi. 

Hanya dalam sehari setelah diluncurkan pada 16 April, donasi sudah menembus lebih dari 1 juta yen, dan hingga akhir April telah melampaui 5 juta yen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Program ini berfokus pada pasangan orangutan, yakni jantan bernama Hayato (15 tahun) dan betina Jennifer (15 tahun) yang didatangkan dari Indonesia," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (29/4/2026) di kebun binatang tersebut.

Baca juga: Menteri Pertahanan Jepang Kunjungi Indonesia 3 Mei 2026, Dorong Kerja Sama Alutsista

Orangutan Kalimantan sendiri telah masuk kategori terancam punah dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature, akibat berkurangnya habitat hutan tropis secara drastis.

Kerja Sama Jepang–Indonesia

Upaya ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Jepang dengan pihak Indonesia, termasuk melalui kemitraan dengan Taman Safari Indonesia yang menjalin perjanjian dengan kebun binatang Tobe pada April 2025. 

Orangutan Indonesia bernama Jennifer kemudian tiba di Jepang pada Desember tahun yang sama sebagai pasangan Hayato juga dari Indonesia.

"Ini menjadi program pertama bagi Tobe Zoo dalam mengembangbiakkan orangutan Kalimantan," katanya.

Dana untuk Fasilitas dan Teknologi

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk alat pengukur hormon untuk menentukan waktu kawin,  sistem pendingin agar menyerupai iklim Indonesia, kamera pengawas 24 jam dan peningkatan lingkungan kandang.

Sejak diperkenalkan ke publik, Jennifer menjadi daya tarik tersendiri. 

Berbeda dengan Hayato yang lebih penasaran, Jennifer dikenal sangat jinak dan menyukai manusia karena dibesarkan secara perawatan buatan.

Ia sering menunjukkan tingkah menggemaskan seperti bergelantungan di ban, bermain dengan wadah plastik berisi rumput atau pun mendekati pengunjung dengan ramah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas