Ogah Pakai Rompi Antipeluru Meski Pernah Ditembak, Trump: Kelihatan Gemuk!
Trump merasa penggunaan rompi pelindung di balik pakaiannya akan membuatnya tampak lebih tambun di depan publik.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Garudea Prabawati
Insiden terbaru terjadi di Washington Hilton akhir pekan lalu
Beruntung, agen Secret Service berhasil melumpuhkan terduga pelaku bernama Cole Tomas Allen sebelum ia mencapai ruang dansa tempat acara berlangsung.
Insiden tersebut menandai upaya pembunuhan ketiga yang diarahkan kepada Trump dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Peristiwa paling serius terjadi pada tahun 2024 silam.
Di masa Pilpres AS 2024 tersebut, telinga Trump terluka akibat tembakan senjata api dari Thomas Matthew Crooks dalam kampanye di Butler, Pennsylvania.
Insiden berdarah itu juga menewaskan seorang penonton bernama Corey Comperatore dan melukai dua orang lainnya sebelum pelaku dilumpuhkan oleh penembak jitu.
Hanya berselang dua bulan setelah penembakan di Butler, upaya pembunuhan kembali terdeteksi saat Trump sedang bermain golf di klub pribadinya.
Agen Secret Service menemukan moncong senapan yang menyembul dari semak-semak di balik pagar pembatas lapangan.
Petugas melepaskan tembakan ke arah tersangka yang kemudian melarikan diri menggunakan mobil sebelum akhirnya ditangkap di jalan raya.
Baca juga: Harga BBM di AS Tembus 4,30 Dolar AS per Galon, Trump Ngotot Akan Turun Drastis usai Perang Iran
Di lokasi kejadian, ditemukan senapan serbu jenis AK-47 dengan teropong bidik serta kamera GoPro.
Pelaku dalam insiden di West Palm Beach, Florida, yang diidentifikasi sebagai Ryan Wesley kemudian ditangkap dan kini didakwa secara resmi dengan percobaan pembunuhan terhadap calon presiden.
Selain itu, ia menghadapi sejumlah dakwaan federal lainnya, termasuk pelanggaran terkait senjata api dan penyerangan terhadap petugas penegak hukum.
Jika terbukti bersalah atas semua dakwaan, terutama percobaan pembunuhan, Routh menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan