AS Gunakan AI untuk Mendeteksi Ranjau Iran di Selat Hormuz
Angkatan Laut AS dikabarkan sedang berupaya menjalin kerjasama dengan perusahaan AI untuk mendeteksi ranjau Iran di Selat Hormuz.
Tayang:
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
HO/IST/dok. Roland Berger
TERTUTUP UNTUK AS DAN ISRAEL - Iran menolak Selat Hormuz kembali ke status quo yang dinikmati sebelum pecah perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026. Selat Hormuz tertutup bagi AS dan sekutunya, tetapi kapal dari negara lain tetap dapat menggunakannya. - Angkatan Laut AS dikabarkan sedang berupaya menjalin kerjasama dengan perusahaan AI untuk mendeteksi ranjau Iran di Selat Hormuz.
Pihak Iran terus berkomunikasi dengan mediator, Pakistan, untuk menyampaikan posisinya dan tuntutan terhadap AS sebagai syarat mengakhiri perang.
Namun, AS bersikeras bahwa Iran harus memenuhi tuntutannya, di antaranya meminta Iran menghentikan program nuklirnya, membuka kembali Selat Hormuz, mengurangi pengaruh militer Iran di kawasan, serta jaminan keamanan bagi sekutu-sekutunya.
Laporan terbaru Axios, menyebutkan Iran telah menyampaikan tanggapannya terhadap amandemen AS atas draf perjanjian untuk mengakhiri perang kepada para mediator di Pakistan pada hari Jumat (1/5/2026).
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan