Trump Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Pentagon Syok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menarik 5.000 pasukannya dari Jerman, sekutu AS di NATO.
Editor:
Choirul Arifin
Unggahan awal Trump muncul beberapa jam setelah ia berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang telah lama berupaya mengurangi jumlah pasukan NATO di Eropa.
Hal itu terjadi ketika Kepala Pertahanan Jerman, Jenderal Carsten Breuer, menyelesaikan pertemuan seharian dengan para pejabat AS di Washington untuk membahas strategi pertahanan baru Berlin.
Baca juga: UU AS Paksa Trump Stop Perang Hari Ini, Anak Buahnya Sibuk Mengakali
Para pejabat Jerman bereaksi dengan terkejut terhadap unggahan presiden setelah melakukan pembicaraan produktif dengan rekan-rekan mereka dari AS, kata seorang pejabat senior Jerman, yang, seperti yang lain dalam cerita ini, diberikan anonimitas untuk berbicara tentang perencanaan militer yang sensitif.
"Sebagai ekonomi terbesar di Eropa, Jerman memiliki ambisi untuk mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar di dalam NATO," kata Breuer kepada wartawan setelah pertemuan tersebut. “Jelas bagi Jerman untuk mengambil alih lebih banyak tanggung jawab” atas pertahanan negaranya sendiri.
Komentar Trump juga muncul ketika Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll menyelesaikan kunjungan dua harinya ke tempat latihan militer Jerman untuk menggarisbawahi kehadiran AS di negara tersebut.
Tarik Pasukan AS di Spanyol dan Italia
Trump memang jengkel dengan sekutu kuatnya di NATO seperti Jerman, Italia dan Spanyol serta Inggris karena tidak membantu AS melancarkan perang ke Iran.
Kamis kemarin, Donald Trump sudah mengemukakan keinginannya menarik juga pasukan AS dari Spanyol dan Italia juga.
“Mengapa tidak?” katanya kepada wartawan. “Italia sama sekali tidak membantu kita. Dan Spanyol sangat buruk. Benar-benar buruk.”
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa Pentagon sudah “merencanakan setiap skenario, dan kami sepenuhnya siap untuk melaksanakan perintah panglima tertinggi pada waktu dan tempat yang dipilihnya.” Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar.
Menarik pasukan Amerika dapat menghilangkan pencegahan militer utama terhadap Rusia yang mempersenjatai diri kembali, yang menurut para pejabat Eropa sedang bersiap untuk menyerang wilayah NATO dalam beberapa tahun mendatang.
Ancaman Trump telah membuat para pejabat Eropa, yang sudah membuat rencana untuk mencoba membuka kembali Selat Hormuz tanpa Trump, semakin muak dengan Amerika yang memainkan diplomasi sandera dengan sekutu.
Bahkan peninjauan pasukan AS di Jerman dapat semakin memicu ketegangan dalam aliansi setelah beberapa anggota NATO menolak akses Pentagon ke pangkalan mereka untuk perang Iran.
“Kebijakan ancaman kasar Trump telah mencapai batasnya,” kata seorang pejabat Jerman. “Retorikanya sudah usang. Penarikan pasukan AS dari Jerman akan sangat melemahkan AS sendiri, dan kami bertanya-tanya kapan para pemimpin di Washington D.C. berencana untuk kembali ke sorotan publik.”
Melaksanakan penarikan mendadak pasukan Amerika dari Jerman akan sulit bagi Pentagon yang sudah terlibat dalam perang yang sedang berlangsung di Iran.
Jerman Tampun Ada 35.000 Sampai 40.000 Pasukan AS
Jerman saat ini menampung antara 35.000 hingga 40.000 tentara AS, dan menyediakan lahan untuk pangkalan secara gratis AS serta tenaga kerja lokal untuk mendukung pasukan Amerika.
Baca tanpa iklan