Iran Bantah Serang Fasilitas Minyak UEA, Teheran Sebut AS jadi Dalangnya
Iran secara tegas membantah tuduhan yang menyebut mereka sebagai aktor di balik serangan fasilitas minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Ledakan yang terjadi di fasilitas minyak Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), pada Senin (4/5/2026) membuat Iran marah besar.
- Sebab, Iran dituduh telah melakukan serangan drone ke fasilitas minyak Fujairah.
- Dalam tanggapannya, Iran membantah telah melakukan serangan ke fasilitas minyak itu dan menuding balik Amerika Serikat (AS) menjadi dalang dalam insiden tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah semakin panas setelah sebuah ledakan terjadi di fasilitas minyak Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (4/5/2026).
Disebut-sebut bahwa Iran berada di balik serangan tersebut.
Menanggapi tuduhan itu, pemerintah Iran langsung membantahnya.
Iran bahkan menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) sebagai dalang di balik insiden tersebut.
Melansir laporan dari lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, seorang sumber militer menyebutkan bahwa kebakaran besar yang melanda zona minyak UEA adalah hasil dari "petualangan" militer Amerika.
Tujuannya, kata sumber tersebut, untuk memaksakan pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang strategis.
"Iran sama sekali tidak punya rencana menyerang fasilitas minyak UEA. Ini adalah ulah militer AS yang ingin menciptakan jalur bagi kapal-kapal mereka."
"Washington yang harus bertanggung jawab," tegas sumber tersebut, mengutip Al Mayadeen.
Sebelumnya, otoritas UEA mengaitkan serangan terhadap Zona Industri Minyak Fujairah dengan Iran.
UEA menggambarkan serangan itu sebagai "eskalasi berbahaya", dan mengatakan mereka berhak untuk membalas.
Baca juga: Presiden Pezeshkian Kontras Serangan Iran ke UEA, Analis Peringatkan Beda Persepsi Picu Eskalasi
Iran Minta UEA Jangan Beri Panggung ke AS
Sementara itu, Iran juga memberikan peringatan keras terhadap UEA soal serangan di fasilitas minyak Fujairah.
Teheran menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan jika UEA memberikan "karpet merah" bagi AS atau Israel untuk menyerang wilayah Iran.
"Republik Islam Iran tidak pernah memulai ketegangan atau agresi terhadap negara tetangga mana pun," ujar sumber militer tersebut, mengutip Kantor Berita Tasnim.
Dalam pernyataannya, Iran mengirimkan pesan yang jelas, yakni kedaulatan mereka adalah harga mati.
Jika UEA mengizinkan wilayah darat, ruang udara, atau pangkalan militernya digunakan oleh rezim Zionis atau Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menyerang Iran, maka UEA dianggap telah "bermain api".
Baca tanpa iklan