Serangan AS ke Kapal Cepat IRGC Meleset, Iran Sebut 5 Warga Sipil Jadi Korban
Salah seorang sumber IRGC menyebut serangan Amerika Serikat (AS) ke kapal cepatnya meleset dan mengenai perahu barang bawaan.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Klaim Amerika Serikat (AS) yang menyebut telah menembak enam kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), langsung dibantah Iran.
- Pihak militer Iran menyebut tembakan AS justru menghantam dua kapal kargo kecil milik warga, bukan kapal tempur IRGC sebagaimana yang diklaim oleh Washington.
- Investigasi lokal menunjukkan bahwa kapal yang menjadi sasaran adalah kapal pengangkut logistik masyarakat yang tengah berlayar dari Khasab, Oman, menuju pesisir Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Pihak militer Iran secara tegas membantah klaim Amerika Serikat (AS) yang menyatakan telah menembak kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sebaliknya, Teheran menuduh militer AS melakukan tindakan kriminal dengan menyerang kapal kargo sipil.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, seorang sumber militer mengungkapkan bahwa proyektil AS justru menghantam dua kapal kargo kecil milik warga, bukan kapal tempur IRGC sebagaimana yang diklaim oleh Washington.
"Setelah militer AS melontarkan klaim palsu bahwa mereka menargetkan enam kapal cepat Iran, kami melakukan investigasi lapangan."
"Hasilnya, tidak ada satu pun kapal tempur IRGC yang terkena serangan," ujar sumber tersebut, dikutip Selasa (5/5/2026).
Investigasi lokal menunjukkan bahwa kapal yang menjadi sasaran adalah kapal pengangkut logistik masyarakat yang tengah berlayar dari Khasab, Oman, menuju pesisir Iran.
Tragisnya, serangan tersebut dilaporkan menewaskan lima penumpang sipil.
Pihak Iran mengecam keras insiden ini dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari Amerika Serikat.
"Ini adalah kejahatan nyata. AS harus bertanggung jawab atas nyawa warga sipil yang hilang," tegas sumber tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa klaim sepihak AS ini merupakan bentuk kepanikan.
Menurutnya, militer AS dihantui "mimpi buruk" atas kelincahan operasi kapal-kapal cepat IRGC di wilayah strategis tersebut.
Baca juga: Eskalasi Meningkat, Israel Siaga Tinggi untuk Kemungkinan Perang dengan Iran Kembali Dimulai
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya berhasil melumpuhkan sejumlah kapal cepat Iran di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim serangan tersebut dilakukan menggunakan helikopter tempur.
Operasi ini disebut-sebut sebagai bagian dari "Project Freedom" yang diusung pemerintahan Trump.
Namun, istilah tersebut diejek oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menjulukinya sebagai "Proyek Kebuntuan".
Baca tanpa iklan