Iran Bantah Serang UEA, Sindir “Project Freedom” Amerika Sebagai Operasi Buntu
Iran memperingatkan UEA untuk tidak memperburuk situasi, saat membantah serangan yang diklaim Abu Dhabi di Fujairah adalah oleh Iran.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Di tengah meningkatnya ketegangan militer, Iran mencoba mengedepankan jalur diplomasi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa krisis di Selat Hormuz seharusnya diselesaikan melalui pendekatan politik, bukan konfrontasi bersenjata.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya diplomatik yang sedang berlangsung, termasuk peran mediasi Pakistan, tidak boleh terganggu oleh aksi militer.
Araghchi turut memperingatkan negara-negara kawasan, termasuk UEA, agar tidak memperburuk situasi dengan langkah-langkah eskalatif.
Menurutnya, keterlibatan pihak eksternal hanya akan memperdalam ketidakstabilan.
Ia bahkan menyindir operasi yang dipimpin AS dengan menyebutnya sebagai “Project Freedom is Project Deadlock,” atau proyek yang berujung kebuntuan.
Perkembangan ini menegaskan bahwa konflik di sekitar Iran tidak hanya berkutat pada konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat, tetapi juga berpotensi meluas ke negara-negara Teluk lainnya.
Dengan meningkatnya insiden militer dan saling klaim di lapangan, risiko salah perhitungan semakin besar, sementara jalur diplomasi menghadapi tantangan serius.
Baca tanpa iklan