Kata Pakar Soal Hantavirus vs Covid-19: Satu Lebih Mematikan, Satu Lebih Menular
Hantavirus dinilai lebih mematikan per kasus, sedangkan COVID-19 lebih mudah menular antarmanusia.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Pernyataan itu merujuk pada pasangan suami istri yang meninggal akibat dugaan Hantavirus setelah berada di MV Hondius.
WHO menyebut investigasi, protokol karantina, dan pelacakan kontak masih berlangsung untuk mengetahui asal wabah serta mencegah penyebaran lebih lanjut.
Dalam konferensi pers tersebut, Van Kerkhove mengatakan pasangan itu kemungkinan tertular virus saat menjelajahi satwa liar di Argentina sebelum mengikuti pelayaran.
Ia menambahkan WHO masih berasumsi bahwa sumber virus berasal dari luar kapal.
“Pelayaran itu berhenti di banyak pulau di sepanjang pantai Afrika dan terdapat berbagai satwa liar di pulau-pulau tersebut. Beberapa pulau memiliki banyak hewan pengerat, sementara yang lain tidak,” ujar Van Kerkhove.
“Jadi, mungkin ada beberapa sumber infeksi lain di pulau-pulau tersebut untuk kasus-kasus dugaan lainnya.”
Pasien yang Meninggal dan Jatuh Sakit
Mengutip Sky News, terdapat delapan kasus dugaan atau terkonfirmasi Hantavirus setelah seorang pria dinyatakan positif di Swiss.
Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami gejala penyakit.
Dilansir BBC.com, berikut kronologi penyebaran virus:
1 April 2026: Kapal MV Hondius berangkat dari Ushuaia, Argentina.
11 April: Penumpang pertama, pria Belanda berusia 69 tahun, meninggal dunia.
24 April: Jenazah penumpang pertama dan istrinya dievakuasi dari St Helena ke Johannesburg, Afrika Selatan.
26 April: Sang istri meninggal dunia di Johannesburg.
27 April: Penumpang lain jatuh sakit dan diterbangkan ke rumah sakit di Johannesburg.
2 Mei: Penumpang lain meninggal dunia di kapal.
Baca tanpa iklan