Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Klaim Iran Setuju Stop Program Nuklir saat Teheran Masih Kaji Proposal AS

Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir dan kesepakatan besar AS-Iran akan terjadi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Klaim Iran Setuju Stop Program Nuklir saat Teheran Masih Kaji Proposal AS
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Kamis (7/5/2026). Pada 7 Mei, Trump mengklaim Iran setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir dan kesepakatan besar AS-Iran akan terjadi. 

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bermula dari eskalasi ketegangan yang meledak pada 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran.

Dalam serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dan kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, setelah mendapat persetujuan Majelis Ahli.

Serangan itu terjadi hanya dua hari setelah perundingan nuklir AS–Iran di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan. Sejak lama, Washington dan Tel Aviv menuduh Teheran tengah mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran bersikeras bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai.

Ketegangan tersebut dengan cepat berubah menjadi konflik terbuka. Iran merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Di saat yang sama, Teheran juga menghentikan proses perundingan nuklir dan memberlakukan blokade di Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global—yang memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran akan krisis energi dunia.

Memasuki hari ke-40 konflik, Amerika Serikat dan Iran akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan yang mulai berlaku pada 8 April.

Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang jelas. Sejak 13 April, Amerika Serikat juga disebut telah menerapkan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di wilayah tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada 25 April, rencana AS untuk mengirim delegasi ke Islamabad guna membuka kembali negosiasi dibatalkan setelah Iran menolak dialog langsung.

Di tengah kebuntuan diplomasi, Iran terus menjalin komunikasi dengan Pakistan sebagai mediator untuk menyampaikan posisi dan tuntutannya sebagai syarat penghentian perang.

Pada 1 Mei, Teheran bahkan mengajukan proposal baru kepada Washington melalui perantara tersebut. Namun, prospek kelanjutan perundingan kembali terhambat setelah AS meluncurkan “Proyek Kebebasan” di Selat Hormuz, yang kembali memanaskan situasi di kawasan strategis itu.

Di tengah upaya perundingan, Trump mengumumkan pada hari Selasa, Proyek Kebebasan dan operasi militer AS di jalur air itu dihentikan untuk sementara hingga Iran dan AS menyelesaikan perundingan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas