Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Sangat Yakin AS Bisa Damai dengan Iran, Jawaban Teheran Masih Abu-abu

Presiden AS, Donald Trump merasa yakin dirinya bisa membawa perang Iran menuju perdamaian. Namun, jawaban Iran masih belum jelas.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyampaikan pesan yang sangat optimis bahwa Washington bisa mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
  • Namun, pihak Iran justru melontarkan jawaban abu-abu terkait draf proposal perdamaian yang telah diajukan oleh AS.
  • Seorang sumber internal Iran menyatakan bahwa hingga saat ini, Teheran belum memberikan respons resmi terhadap draf yang diajukan oleh Washington.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan pedenya menyebut bahwa ia bisa membawa Timur Tengah dalam kedamaian.

Trump memprediksi bahwa perang melawan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu akan segera berakhir dalam waktu singkat.

Pernyataan ini muncul setelah AS menyodorkan draf proposal perdamaian kepada Teheran.

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami sudah berdiskusi intens selama 24 jam terakhir."

"Sangat mungkin kesepakatan terjadi," ujar Trump optimis di hadapan wartawan di Oval Office, dikutip dari Reuters.

Meskipun begitu, pihak Teheran justru memberikan jawaban yang abu-abu.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut laporan dari kantor berita Tasnim, seorang sumber internal Iran menyatakan bahwa hingga saat ini, Teheran belum memberikan respons resmi terhadap draf yang diajukan oleh Washington.

Sumber tersebut mengungkapkan kepada kantor berita Tasnim bahwa meskipun media Barat melaporkan adanya "kesepakatan satu halaman" yang hampir rampung, kenyataannya Teheran masih mengkaji usulan tersebut secara mendalam.

Pihak Iran menilai bahwa proposal AS masih mengandung sejumlah klausul yang dianggap "tidak dapat diterima".

"Propaganda media Amerika saat ini sebagian besar bertujuan untuk membenarkan mundurnya Donald Trump dari tindakan bermusuhan terbarunya."

"Langkah Trump sejak awal sudah keliru dan seharusnya tidak pernah dilakukan," ujar sumber tersebut.

Baca juga: Iran Kaji Proposal Damai AS, Babak Akhir Perang Mulai Terlihat di Depan Mata

Lebih lanjut, sumber itu menjelaskan bahwa ketegangan ini dipicu oleh sikap AS yang dianggap tidak konsisten.

Sebelumnya, Iran telah mengajukan 14 poin usulan yang dianggap "masuk akal dan logis" melalui mediator Pakistan.

Namun, alih-alih merespons secara diplomatis, pihak Amerika justru meluncurkan fase baru petualangan politik yang memicu jeda dalam proses peninjauan oleh Teheran.

Iran juga memperingatkan bahwa penggunaan bahasa kekuatan dan ancaman tidak akan pernah efektif untuk menekan posisi mereka.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas