Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Pasien Suspek Hantavirus Klaster MV Hondius Dikarantina di Singapura

Dua penduduk Singapura penumpang kapal pesiar MV Hondius tengah dikarantina setelah terbang dengan pasien positif hantavirus yang meninggal

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Dua Pasien Suspek Hantavirus Klaster MV Hondius Dikarantina di Singapura
Akun X resmi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu
PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda. 

Ringkasan Berita:
  • Dua penduduk Singapura yang sebelumnya menjadi penumpang kapal pesiar MV Hondius tengah diisolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) guna menjalani tes terkait dugaan infeksi hantavirus.
  • Keduanya diketahui pernah berada dalam satu penerbangan dengan pasien positif hantavirus yang kini meninggal di Afrika Selatan
  • Satu dari pasien yang diisolasi di Singapura bergejala pilek dan satunya asimtomatik
  • Sebagai langkah antisipasi, otoritas kesehatan Singapura memberlakukan karantina 30 hari

 

TRIBUNNEWS.COM - Dua penduduk Singapura yang sebelumnya berada di atas kapal pesiar MV Hondius, yang dilanda wabah hantavirus, saat ini tengah diisolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) guna menjalani pengujian virus tersebut.

Terkait kondisi kedua warga tersebut, Badan Penyakit Menular (CDA) pada hari Kamis (7/5/2026) memberikan pernyataan resminya.

"Hasil tes mereka masih tertunda. Satu orang mengalami pilek tetapi selain itu dalam kondisi sehat, dan yang lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah," ujar perwakilan CDA.

Pihak CDA menyatakan telah menerima pemberitahuan berturut-turut pada 4 dan 5 Mei bahwa kedua individu tersebut merupakan penumpang MV Hondius saat kapal itu bertolak dari pelabuhan Ushuaia di Argentina pada 1 April lalu.

Kapal tersebut kemudian melaporkan adanya wabah hantavirus Andes.

Rekomendasi Untuk Anda

Melansir CNA, individu pertama adalah seorang warga negara Singapura berusia 67 tahun yang tiba di negara tersebut pada 2 Mei. 

Sementara itu, individu kedua merupakan penduduk tetap atau permanent resident Singapura berusia 65 tahun yang tiba menyusul pada 6 Mei.

Kedua pria ini telah turun dari kapal pesiar dan diketahui berada dalam penerbangan yang sama dengan seorang pasien positif hantavirus.

Penerbangan tersebut bertolak dari St Helena menuju Johannesburg pada 25 April.

Baca juga: WHO Tegas: Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi Mengerikan seperti Covid-19

CDA menambahkan bahwa kasus pasien yang terkonfirmasi positif itu tidak melakukan perjalanan ke Singapura dan sejak saat itu dilaporkan telah meninggal dunia di Afrika Selatan.

Hingga Rabu (6/5/2026), sebanyak delapan kasus, termasuk tiga kematian, telah dikaitkan dengan klaster di kapal pesiar tersebut.

Tiga dari kasus itu telah dikonfirmasi positif terinfeksi hantavirus, sedangkan sisanya masih dalam tahap penyelidikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri saat ini masih menilai risiko virus tersebut terhadap populasi global tergolong rendah.

Langkah Kesehatan Masyarakat

Apabila kedua penduduk Singapura yang diisolasi di NCID dinyatakan negatif hantavirus, mereka akan menjalani masa karantina selama 30 hari sejak tanggal paparan terakhir.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas