Dua Pasien Suspek Hantavirus Klaster MV Hondius Dikarantina di Singapura
Dua penduduk Singapura penumpang kapal pesiar MV Hondius tengah dikarantina setelah terbang dengan pasien positif hantavirus yang meninggal
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Hal ini diterapkan mengingat sebagian besar kasus hantavirus biasanya mulai menunjukkan gejala dalam kurun waktu tersebut.
"Pengujian akan dilakukan lagi sebelum dibebaskan dari karantina, dan mereka kemudian akan menjalani pengawasan melalui telepon selama sisa masa pemantauan 45 hari dari tanggal paparan terakhir, yang merupakan masa inkubasi maksimum untuk paparan hantavirus," jelas pihak CDA.
Namun, jika mereka dinyatakan positif, perawatan lanjutan dan pemantauan ketat di rumah sakit akan langsung diberlakukan mengingat potensi keparahan infeksi virus ini.
"Pelacakan kontak akan dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang yang telah terpapar selama masa infeksi, dan kontak dekat akan dikarantina," tegas badan tersebut.
Mengenal Hantavirus
Baca juga: Argentina Selidiki Lokasi Awal Penyebaran Hantavirus, Wabah Mematikan di Kapal Pesiar MV Hondius
Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh beberapa jenis hewan pengerat.
Manusia dapat terinfeksi ketika menghirup debu yang terkontaminasi oleh urine, kotoran, atau air liur dari hewan pengerat yang terinfeksi, terutama saat sedang membersihkan atau mengganggu area tempat mereka beraktivitas.
Meskipun infeksinya jarang terjadi, penyakit yang ditimbulkan dapat berkisar dari ringan hingga parah.
Meskipun sebagian besar spesies hantavirus tidak menyebar dari manusia ke manusia, CDA menyoroti satu spesies khusus, yakni virus Andes yang banyak ditemukan di sebagian wilayah Amerika Selatan.
Virus jenis ini diketahui dapat menular antarmanusia.
Gejala infeksi virus Andes biasanya meliputi demam, nyeri tubuh, kelelahan, masalah pencernaan, hingga kesulitan bernapas.
Kondisi ini dapat berkembang sangat cepat dan menyebabkan syok maupun kematian.
Sampai saat ini, belum ada pengobatan antivirus maupun vaksinasi khusus untuk menanganinya, sehingga perawatan yang diberikan di rumah sakit hanya bersifat suportif.
Otoritas berwenang menyatakan bahwa metode penularan untuk kasus-kasus yang terhubung dengan klaster kapal pesiar MV Hondius masih dalam penyelidikan, dengan WHO mengindikasikan bahwa kemungkinan penularan antarmanusia tidak dapat dikesampingkan.
Seluruh penumpang kapal pesiar tersebut kini telah diimbau untuk memantau kesehatan mereka secara mandiri dan segera mencari bantuan medis jika mulai merasakan gejala.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan