Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Pasien Suspek Hantavirus Klaster MV Hondius Dikarantina di Singapura

Dua penduduk Singapura penumpang kapal pesiar MV Hondius tengah dikarantina setelah terbang dengan pasien positif hantavirus yang meninggal

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Dua Pasien Suspek Hantavirus Klaster MV Hondius Dikarantina di Singapura
Akun X resmi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu
PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda. 

Hal ini diterapkan mengingat sebagian besar kasus hantavirus biasanya mulai menunjukkan gejala dalam kurun waktu tersebut.

"Pengujian akan dilakukan lagi sebelum dibebaskan dari karantina, dan mereka kemudian akan menjalani pengawasan melalui telepon selama sisa masa pemantauan 45 hari dari tanggal paparan terakhir, yang merupakan masa inkubasi maksimum untuk paparan hantavirus," jelas pihak CDA.

Namun, jika mereka dinyatakan positif, perawatan lanjutan dan pemantauan ketat di rumah sakit akan langsung diberlakukan mengingat potensi keparahan infeksi virus ini.

"Pelacakan kontak akan dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang yang telah terpapar selama masa infeksi, dan kontak dekat akan dikarantina," tegas badan tersebut.

Mengenal Hantavirus

Baca juga: Argentina Selidiki Lokasi Awal Penyebaran Hantavirus, Wabah Mematikan di Kapal Pesiar MV Hondius

Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh beberapa jenis hewan pengerat. 

Manusia dapat terinfeksi ketika menghirup debu yang terkontaminasi oleh urine, kotoran, atau air liur dari hewan pengerat yang terinfeksi, terutama saat sedang membersihkan atau mengganggu area tempat mereka beraktivitas.

Meskipun infeksinya jarang terjadi, penyakit yang ditimbulkan dapat berkisar dari ringan hingga parah.

Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun sebagian besar spesies hantavirus tidak menyebar dari manusia ke manusia, CDA menyoroti satu spesies khusus, yakni virus Andes yang banyak ditemukan di sebagian wilayah Amerika Selatan.

Virus jenis ini diketahui dapat menular antarmanusia.

Gejala infeksi virus Andes biasanya meliputi demam, nyeri tubuh, kelelahan, masalah pencernaan, hingga kesulitan bernapas.

Kondisi ini dapat berkembang sangat cepat dan menyebabkan syok maupun kematian.

Sampai saat ini, belum ada pengobatan antivirus maupun vaksinasi khusus untuk menanganinya, sehingga perawatan yang diberikan di rumah sakit hanya bersifat suportif.

Otoritas berwenang menyatakan bahwa metode penularan untuk kasus-kasus yang terhubung dengan klaster kapal pesiar MV Hondius masih dalam penyelidikan, dengan WHO mengindikasikan bahwa kemungkinan penularan antarmanusia tidak dapat dikesampingkan.

Seluruh penumpang kapal pesiar tersebut kini telah diimbau untuk memantau kesehatan mereka secara mandiri dan segera mencari bantuan medis jika mulai merasakan gejala.

PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda.
PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda. (Akun X resmi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu)

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas