FDA Izinkan Vape Rasa Mangga dan Blueberry, Balik Arah dari Kebijakan Era Biden
FDA di bawah pemerintahan Trump untuk pertama kalinya mengizinkan penjualan vape berperisa buah
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- FDA di bawah pemerintahan Trump untuk pertama kalinya mengizinkan penjualan vape berperisa buah
- Keputusan ini membalik kebijakan era Biden yang menolak jutaan permohonan serupa demi melindungi anak-anak.
- Organisasi kesehatan publik menyatakan kekhawatiran serius bahwa produk berperisa ini akan menarik minat anak-anak dan remaja serta memicu kecanduan nikotin jangka panjang.
TRIBUNNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan izin kepada sebuah perusahaan berbasis di Los Angeles untuk menjual produk vape berperisa mangga dan blueberry — sebuah langkah yang menandai perubahan 180 derajat dari kebijakan era Biden.
Mengutip Fortune, untuk pertama kalinya, FDA di bawah Presiden Donald Trump mengizinkan penjualan produk vape berperisa buah dari perusahaan Glas Inc. yang berbasis di Los Angeles, termasuk produk Classic Menthol, Fresh Menthol, serta pod berperisa mangga dan blueberry yang masing-masing diberi nama Gold dan Sapphire.
Setiap produk mengandung 5 persen nikotin yang berasal dari tembakau, menurut keterangan lembaga tersebut.
Produk rokok elektrik lain yang telah mendapat izin, seperti dari Juul Labs, hanya tersedia dalam rasa mentol atau tembakau.
Langkah ini menandai perubahan dari sikap pemerintahan Biden, di mana FDA pernah menolak lebih dari 26 juta permohonan produk vape berperisa dengan tujuan menjauhkannya dari anak-anak.
Tahun lalu, Mahkamah Agung dengan suara bulat memutuskan bahwa FDA berwenang menolak otorisasi produk vape yang dianggap dapat menarik minat anak-anak, setelah produsen vape menggugat lembaga tersebut.
Para produsen vape berargumen bahwa produk mereka dapat membantu perokok dewasa berhenti merokok dengan menawarkan alternatif yang lebih tidak berbahaya. Trump dilaporkan menekan Komisaris FDA Dr. Marty Makary untuk mengizinkan produk-produk ini dijual, menurut laporan Wall Street Journal.
Baca juga: Modus Baru Narkoba Vape Terungkap, Anggota DPR: Jangan Dibiarkan Berkembang
Presiden juga dilaporkan menegur Makary karena dianggap tidak bergerak cukup cepat dalam masalah ini setelah mencari informasi dari para penasihatnya tentang pandangan basis pendukungnya terhadap isu vape.
Juru bicara Gedung Putih Kush Desai menyatakan bahwa pemerintahan Biden telah membatasi vape berperisa meskipun ada bukti bahwa produk tersebut membantu orang dewasa berhenti merokok.
"Satu-satunya faktor yang memandu kebijakan kesehatan pemerintahan Trump adalah Ilmu Pengetahuan Standar Emas, dan FDA di bawah kepemimpinan Komisaris Makary akan terus membuat keputusan berbasis bukti," kata Desai.
FDA menyebut bahwa teknologi pembatasan akses perangkat milik Glas Inc. — yang mewajibkan pelanggan online memverifikasi identitas mereka dengan kartu identitas pemerintah dan ponsel pintar — serta pembatasan pemasaran yang melarang penargetan pembeli di bawah usia 21 tahun, dianggap cukup untuk menjauhkan produk dari jangkauan anak-anak.
Perubahan Sikap Trump
Presiden telah mengubah posisinya sebelumnya soal vape berperisa.
Pada tahun 2019, selama masa jabatan pertamanya, Trump pernah menyatakan akan melarang vape berperisa karena "kita tidak bisa membiarkan orang sakit dan membiarkan generasi muda kita begitu terpengaruh."
Namun setelah bertemu dengan seorang pelobi industri terkemuka, Trump mengubah nada bicaranya. Selama kampanye pemilu 2024, Trump juga menerima donasi dari anak perusahaan Reynolds American, perusahaan tembakau terbesar kedua di negara itu.
Baca tanpa iklan