Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam Gagal

AS dan Iran saling serang di Selat Hormuz. Ketegangan meningkat dan ancam stabilitas geopolitik serta harga minyak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi

Laporan media Timur Tengah Al Arabiya menyebut kedua negara telah mencapai kesepakatan awal terkait pelonggaran blokade laut sebagai imbalan atas pembukaan Selat Hormuz secara bertahap.

Sumber yang dikutip media tersebut menyebut kapal-kapal yang selama ini tertahan di kawasan itu kemungkinan mulai dibebaskan dalam beberapa jam ke depan.

Kesepakatan ini menjadi perkembangan penting setelah konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran sempat memicu kekhawatiran global terhadap pasokan energi internasional.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur vital bagi sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia. Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut menurun drastis sejak Iran memberlakukan blokade usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran pada 28 Februari lalu.

Situasi itu menyebabkan harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat terganggunya distribusi energi.

Perkembangan terbaru ini muncul sehari setelah Gedung Putih menyatakan optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Sebelumnya, laporan Axios mengungkap Washington dan Teheran tengah mendekati kesepahaman terkait memorandum 14 poin yang disusun untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka jalan negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam proposal tersebut, Iran disebut bersedia melakukan moratorium pengayaan uranium. Sebagai gantinya, Amerika Serikat membuka peluang pencabutan sanksi ekonomi dan pelepasan dana Iran yang selama ini dibekukan.

Selain itu, pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz juga masuk dalam bagian penting kesepakatan.

Iran dalam proposalnya turut mengajukan sejumlah syarat, mulai dari pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset Iran bernilai miliaran dolar, penghentian aksi militer, hingga penarikan pasukan AS dari sekitar wilayah Iran.

Teheran juga meminta pembayaran reparasi perang serta pembentukan mekanisme baru dalam pengelolaan Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran tetap menuntut hak pengayaan uranium diakui sesuai statusnya sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Meski sinyal diplomasi mulai terlihat, sejumlah poin dalam memorandum tersebut disebut masih menunggu kesepakatan final dari kedua negara.

Artinya, potensi kebuntuan diplomatik maupun ketegangan baru masih terbuka sewaktu-waktu.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi lengkap dari pemerintah Amerika Serikat maupun Iran terkait detail teknis pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, para analis menilai perkembangan ini dapat menjadi sinyal awal meredanya salah satu krisis geopolitik terbesar tahun ini.

Jika implementasi kesepakatan berjalan lancar, tekanan terhadap harga minyak dunia diperkirakan mulai berkurang dalam beberapa waktu mendatang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas