Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam Gagal

AS dan Iran saling serang di Selat Hormuz. Ketegangan meningkat dan ancam stabilitas geopolitik serta harga minyak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan AS dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling menuduh memulai serangan di Selat Hormuz
  • Amerika mengklaim mencegat rudal dan drone Iran
  • Teheran menuding AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang tanker Iran di jalur strategis minyak dunia

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026) malam waktu setempat.

Militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) menuduh Iran lebih dulu menyerang tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang melintas menuju Teluk Oman.

Sebaliknya, Iran mengeklaim serangan justru dipicu oleh aksi militer AS yang dianggap melanggar gencatan senjata rapuh antara kedua negara.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut pasukan AS berhasil mencegat serangan Iran dan melakukan serangan balasan sebagai bentuk pertahanan diri.

“Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal kecil saat kapal perang AS melintas menuju Teluk Oman,” tulis CENTCOM.

Militer AS mengklaim tidak ada aset mereka yang terkena serangan. Sebagai respons, pasukan Amerika disebut menghancurkan sejumlah fasilitas militer Iran yang diduga menjadi sumber serangan, termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone serta pusat komando dan pengawasan militer.

Rekomendasi Untuk Anda

“CENTCOM tidak mencari eskalasi, namun tetap siap melindungi pasukan Amerika,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan Pembukaan Bertahap Selat Hormuz

Di sisi lain, Iran menuding Amerika Serikat telah lebih dulu melanggar kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 8 April 2026.

Pejabat militer Iran menyebut pasukan AS menyerang kapal tanker Iran yang sedang bergerak dari perairan pesisir Iran menuju Selat Hormuz.

“Militer Amerika yang agresif dan melanggar gencatan senjata menargetkan tanker Iran,” kata seorang pejabat militer Iran kepada media pemerintah setempat.

Iran mengklaim pihaknya langsung membalas dengan menyerang kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

Teheran bahkan menyebut serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal Amerika, meski klaim itu belum dikonfirmasi pihak AS.

Situasi ini memperburuk kondisi gencatan senjata yang sebelumnya sudah diwarnai saling tuding pelanggaran antara kedua negara. Hingga kini, Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan komentar resmi terkait laporan serangan terbaru tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia yang menjadi titik penting distribusi minyak global. Ketegangan di kawasan ini dikhawatirkan memicu dampak luas terhadap stabilitas geopolitik dan harga energi internasional.

AS dan Iran Mulai Sepakat Buka Selat Hormuz

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai menemukan titik temu untuk meredakan ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas