China Sinyalir Isu Taiwan Jadi Topik Prioritas Pertemuan Trump-Xi Jinping
Pihak Beijing sendiri menegaskan bahwa AS harus mematuhi "prinsip satu China" demi menjaga hubungan yang stabil antara kedua negara
Ringkasan Berita:
- Beijing memberikan sinyal tegas bahwa isu Taiwan akan menjadi agenda prioritas dalam pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pekan depan
- Kementerian Luar Negeri China memperingatkan AS agar mematuhi "prinsip Satu China" sebagai syarat mutlak untuk menjaga stabilitas dan kelanggengan hubungan politik kedua negara
- Menjelang pertemuan puncak, delegasi Senat AS yang dipimpin Steve Daines telah lebih dulu bertemu dengan Menlu China Wang Yi
TRIBUNNEWS.COM - Beijing kembali memberikan sinyal kuat bahwa isu Taiwan akan menjadi topik prioritas menjelang pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pekan depan.
Sebelumnya, diplomat tinggi China Wang Yi telah menyampaikan harapannya agar AS membuat "pilihan yang tepat" terkait Taiwan ketika ia berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada pekan lalu.
Seperti diketahui, Beijing selama ini mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan tidak menutup kemungkinan pengerahan kekuatan militer untuk mengambil alih wilayah tersebut.
China nyaris setiap hari terus meningkatkan tekanan militernya dengan mengirimkan pesawat tempur maupun kapal angkatan laut di sekitar Taiwan .
Ketegangan ini berakar dari perpecahan kedua wilayah setelah perang saudara pada 1949.
Saat ini, AS bertindak sebagai sekutu tak resmi terbesar bagi Taiwan dengan rutin menjual persenjataannya.
Adapun kebijakan ini berdasarkan undang-undang yang mengharuskan Washington memastikan Taiwan mampu mempertahankan diri.
Penjualan senjata dan dukungan diplomatik inilah yang selama ini menjadi sumber utama ketegangan antara China dan AS.
Peringatan Beijing ke AS
Baca juga: Merasa Prihatin, China Desak Iran untuk Segera Berlakukan Gencatan Senjata Total
Pihak Beijing sendiri menegaskan bahwa AS harus mematuhi "prinsip satu China" demi menjaga hubungan yang stabil.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, pada hari Kamis (7/5/2026) menegaskan kembali posisi teguh negaranya mengenai hal tersebut.
"Masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan utama China dan menjadi fondasi penting dalam hubungan politik China-AS," tegas Lin Jian.
"Mematuhi prinsip Satu China serta tiga kesepakatan resmi bersama China-AS, dan menghormati janji-janji yang pernah dibuat pemerintah AS soal masalah Taiwan, adalah kewajiban internasional AS dan syarat mutlak agar hubungan China-AS bisa stabil, sehat, dan langgeng," tambahnya.
Arthur Zhin-Sheng Wang, pakar pertahanan di Central Police University Taiwan, menilai bahwa penggunaan bahasa yang begitu kuat dari Beijing di waktu yang sangat berdekatan dengan pertemuan kedua pemimpin merupakan hal yang jarang terjadi.
Retorika baru ini secara eksplisit mengaitkan secara langsung setiap tindakan diplomatik AS terhadap Taiwan dengan keberlangsungan hubungan Washington dan China.
Baca tanpa iklan