China Sinyalir Isu Taiwan Jadi Topik Prioritas Pertemuan Trump-Xi Jinping
Pihak Beijing sendiri menegaskan bahwa AS harus mematuhi "prinsip satu China" demi menjaga hubungan yang stabil antara kedua negara
Di tempat terpisah pada hari Kamis, diplomat tinggi China, Wang Yi, bertemu dengan rombongan senator atau anggota dewan Amerika Serikat yang sedang berkunjung ke Negeri Tirai Bambu.
Dalam pertemuan itu, ia mengatakan bahwa hubungan kedua negara berhasil dijaga tetap stabil meskipun banyak gangguan.
Di hadapan perwakilan dewan AS dari berbagai partai yang dipimpin oleh Senator Steve Daines tersebut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi memuji Presiden Xi Jinping dan Donald Trump.
Ia menyebut kedua pemimpin itu berjasa dalam mengarahkan hubungan bilateral antara kedua negara pada momen-momen kritis.
"Selama setahun terakhir, hubungan China-AS telah melalui banyak liku-liku dan gangguan, tetapi kami masih berhasil menjaga stabilitas secara keseluruhan," kata Wang.
Senator Daines, yang juga pendukung setia Trump, setuju dengan hal itu dan mengatakan bahwa kedua negara memang harus mencari kestabilan.
"Saya sangat percaya bahwa kita ingin meredakan ketegangan, bukan memisahkan diri. Kita menginginkan stabilitas, kita menginginkan rasa saling menghormati," tegasnya.
Bocoran Isi Pertemuan Trump-Xi Jinping
Baca juga: Rudal Jepang dan AS Menggelegar di Filipina Dekat Laut China Selatan, Tiongkok Bereaksi
Di kesempatan tersebut, Daines juga memberikan sedikit bocoran soal kemungkinan hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping minggu depan.
"Mungkin kita bisa melihat lebih banyak pesawat Boeing dibeli, yang mana saya tahu akan menjadi sesuatu yang ingin kita lihat," ujarnya.
Selain itu, sang Senator memuji usaha China dalam membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah serta mengupayakan agar Selat Hormuz bisa kembali dibuka.
Menurutnya, pertemuan Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Rabu (6/5/2026) adalah bukti nyata keterlibatan China dalam isu tersebut.
Menjelang kunjungan Trump ke China pada 14-15 Mei nanti, pemerintah AS memang terus mendesak Beijing agar ikut membantu melobi Iran.
Tujuannya adalah agar Selat Hormuz—jalur penting yang dilewati 20 persen pasokan minyak dunia—bisa segera dibuka kembali.
Kunjungan Senator Daines ini adalah yang kedua kalinya sejak Trump menjabat tahun lalu. Ia sebelumnya datang ke China pada Maret 2025, tepat saat kedua negara sedang bersitegang atas urusan tarif dagang dan masalah penyelundupan narkoba ilegal berjenis fentanil.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan