Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

China Sinyalir Isu Taiwan Jadi Topik Prioritas Pertemuan Trump-Xi Jinping

Pihak Beijing sendiri menegaskan bahwa AS harus mematuhi "prinsip satu China" demi menjaga hubungan yang stabil antara kedua negara

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Nuryanti
zoom-in China Sinyalir Isu Taiwan Jadi Topik Prioritas Pertemuan Trump-Xi Jinping
Dok White House
TRUMP-XI JINPING - Gambar yang dirilis Gedung Putih menampilkan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025 guna membahas ekonomi dan perdagangan. Pada Kamis (7/5/2026) Beijing kembali memberikan sinyal kuat bahwa isu Taiwan akan menjadi topik prioritas menjelang pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pekan depan. 

Di tempat terpisah pada hari Kamis, diplomat tinggi China, Wang Yi, bertemu dengan rombongan senator atau anggota dewan Amerika Serikat yang sedang berkunjung ke Negeri Tirai Bambu. 

Dalam pertemuan itu, ia mengatakan bahwa hubungan kedua negara berhasil dijaga tetap stabil meskipun banyak gangguan.

Di hadapan perwakilan dewan AS dari berbagai partai yang dipimpin oleh Senator Steve Daines tersebut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi memuji Presiden Xi Jinping dan Donald Trump.

Ia menyebut kedua pemimpin itu berjasa dalam mengarahkan hubungan bilateral antara kedua negara pada momen-momen kritis.

"Selama setahun terakhir, hubungan China-AS telah melalui banyak liku-liku dan gangguan, tetapi kami masih berhasil menjaga stabilitas secara keseluruhan," kata Wang.

Senator Daines, yang juga pendukung setia Trump, setuju dengan hal itu dan mengatakan bahwa kedua negara memang harus mencari kestabilan.

"Saya sangat percaya bahwa kita ingin meredakan ketegangan, bukan memisahkan diri. Kita menginginkan stabilitas, kita menginginkan rasa saling menghormati," tegasnya.

Bocoran Isi Pertemuan Trump-Xi Jinping

Baca juga: Rudal Jepang dan AS Menggelegar di Filipina Dekat Laut China Selatan, Tiongkok Bereaksi

Rekomendasi Untuk Anda

Di kesempatan tersebut, Daines juga memberikan sedikit bocoran soal kemungkinan hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping minggu depan. 

"Mungkin kita bisa melihat lebih banyak pesawat Boeing dibeli, yang mana saya tahu akan menjadi sesuatu yang ingin kita lihat," ujarnya.

Selain itu, sang Senator memuji usaha China dalam membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah serta mengupayakan agar Selat Hormuz bisa kembali dibuka.

Menurutnya, pertemuan Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Rabu (6/5/2026) adalah bukti nyata keterlibatan China dalam isu tersebut.

Menjelang kunjungan Trump ke China pada 14-15 Mei nanti, pemerintah AS memang terus mendesak Beijing agar ikut membantu melobi Iran

Tujuannya adalah agar Selat Hormuz—jalur penting yang dilewati 20 persen pasokan minyak dunia—bisa segera dibuka kembali.

Kunjungan Senator Daines ini adalah yang kedua kalinya sejak Trump menjabat tahun lalu. Ia sebelumnya datang ke China pada Maret 2025, tepat saat kedua negara sedang bersitegang atas urusan tarif dagang dan masalah penyelundupan narkoba ilegal berjenis fentanil.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas