Dokter di Florida Didakwa Setelah Salah Angkat Hati Pasien Saat Operasi Limpa
Dokter bedah Florida didakwa setelah secara tidak sengaja mengangkat hati pasien saat seharusnya melakukan operasi pengangkatan limpa.
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Dokter bedah Florida Thomas Shaknovsky didakwa setelah secara tidak sengaja mengangkat hati pasien saat seharusnya melakukan operasi pengangkatan limpa.
- Pasien bernama William Bryan meninggal akibat kehilangan darah di meja operasi pada Agustus 2024.
- Dalam deposisi, Shaknovsky mengaku trauma dan menyebut kondisi operasi yang kacau menyebabkan kesalahan fatal tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Selama delapan jam pemeriksaan deposisi, dokter bedah asal Florida, Thomas Shaknovsky, terus-menerus mendapat pertanyaan yang sama: mengapa ia mengangkat hati seorang pasien alih-alih limpa?
Mengutip NBCNews.com, kesalahan operasi fatal yang terjadi pada Agustus 2024 itu menyebabkan pasiennya, William Bryan yang berusia 70 tahun, meninggal di meja operasi.
Insiden tersebut mendorong janda Bryan mengajukan gugatan tahun lalu, sementara dewan juri mendakwa Shaknovsky atas tuduhan pembunuhan karena kelalaian bulan lalu. Ia menyatakan tidak bersalah.
Apa yang sebenarnya salah dalam operasi pengangkatan limpa yang direncanakan itu masih menjadi misteri, terutama karena Shaknovsky sebelumnya belum pernah berbicara secara publik mengenai kasus ini.
Dalam deposisi yang ia berikan pada November sebagai bagian dari gugatan, Shaknovsky akhirnya memberikan penjelasan rinci dan emosional mengenai operasi tersebut. Ia mengatakan ada sejumlah faktor tidak biasa yang membuat prosedur Bryan jauh lebih sulit.
Ia juga menggambarkan dampak mendalam dari kehilangan pasien, mengaku sempat menangis setelah kejadian.
“Itu adalah peristiwa yang sangat tidak beruntung, yang sangat saya sesali, dan saya akan selamanya trauma dan terluka karenanya,” katanya, menurut transkrip deposisi yang dibagikan kepada NBC News oleh pengacara Joe Zarzaur, kuasa hukum janda Bryan, Beverly Bryan.
Baca juga: Dituding Malpraktik Sebabkan Anak 10 Tahun Meninggal, Dokter Ratna Gugat Kemenkes dan Presiden
Shaknovsky mengatakan operasi pada organ yang salah dapat terjadi dalam “situasi sulit”, yang dalam kasus ini melibatkan adanya darah di rongga perut Bryan dan usus besar yang membesar sehingga menghalangi pandangan ke organ lain.
Ia menjelaskan bahwa saat berusaha mendapatkan pandangan yang lebih baik di tengah operasi, Bryan tiba-tiba mengalami pendarahan hebat hingga jantungnya berhenti. Saat tim ruang operasi melakukan CPR, Shaknovsky mengatakan dirinya berusaha mati-matian mencari sumber perdarahan.
Di tengah situasi kacau itulah, ia tanpa sengaja mengangkat hati Bryan, bukan limpa.
Setelah itu, Shaknovsky memerintahkan seorang perawat untuk memberi label organ yang diangkat sebagai limpa — padahal limpa biasanya memiliki berat kurang dari 15 persen berat hati.
“Saya tidak bisa menjelaskan seperti apa rasanya bagi seorang ahli bedah kehilangan pasien di meja operasi, betapa menghancurkannya dan menyedihkannya. Dan saya tidak bisa membedakan organ-organ itu karena saya sangat terpukul,” ujar Shaknovsky soal kesalahan tersebut.
“Ini adalah hal yang menghancurkan, yang harus saya bawa seumur hidup,” katanya dalam transkrip setebal sekitar 400 halaman itu. “Saya memikirkannya setiap hari.”
Jaksa belum memberikan kronologi rinci mengenai jalannya operasi. Pemeriksa medis menyimpulkan Bryan meninggal akibat “eksanguinasi” atau kehilangan darah masif hingga meninggal, serta “pengangkatan hati secara bedah,” menurut akta kematiannya.
Pengacara Shaknovsky dalam kasus pidana tidak menanggapi permintaan komentar dari NBC News. Sementara pengacaranya dalam gugatan perdata mengatakan mereka tidak bisa mengomentari deposisi karena proses hukum masih berjalan.
Baca tanpa iklan