Beda dari Flu! Ahli Bongkar Cara Strain Andes Hantavirus Menular Antarmanusia di Kapal MV Hondius
Ahli bongkar bahaya Hantavirus strain Andes di MV Hondius. Berbeda dengan flu, virus ini menular lewat kontak fisik dekat.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Anita K Wardhani
Hingga detik ini, dunia medis belum memiliki vaksin resmi yang disetujui untuk mencegah infeksi Hantavirus, dan tidak ada pengobatan antivirus spesifik untuk menyembuhkannya.
Satu-satunya metode penanganan medis yang dapat dilakukan saat ini adalah memberikan perawatan suportif dini secara intensif di dalam ruang ICU yang memiliki peralatan lengkap.
Keterbatasan dalam dunia medis inilah yang membuat para ilmuwan kesehatan sangat cemas dan mendesak penerapan karantina total bagi seluruh kontak erat dari kapal pesiar tersebut.
Masa Pemantauan Ekstra Panjang 45 Hari
WHO mengimbau kepada seluruh negara yang memiliki warganya di dalam kapal pesiar MV Hondius untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kesehatan mereka selama minimal 45 hari sejak kontak terakhir.
Baca juga: Hantavirus Sulit Dikenali, Gejalanya Mirip Flu hingga DBD, Bisa Muncul 2 Bulan Setelah Paparan
Masa pemantauan yang sangat panjang ini didasarkan pada karakteristik inkubasi virus yang bervariasi dari satu hingga delapan minggu.
Kewaspadaan ini mutlak diperlukan untuk memastikan gejala-gejala klinis yang merusak organ paru-paru dan ginjal tidak berkembang menjadi kondisi fatal di tengah masyarakat umum.
Kini, fokus dunia tertuju pada keberhasilan karantina di Spanyol guna menghentikan potensi kebocoran strain berbahaya ini ke wilayah perkotaan padat penduduk.
Spanyol Perketat Pengamanan Sambut Kapal Wabah Hantavirus MV Hondius
Kepulauan Canary, Spanyol, bersiap menyambut kedatangan kapal pesiar MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus mematikan.
Kapal berbendera Belanda tersebut membawa hampir 150 orang dan dijadwalkan tiba di lepas pantai Tenerife pada Minggu (10/5/2026) pagi setelah berminggu-minggu terombang-ambing di laut.
AFP melaporkan sebagian besar penumpang akan dievakuasi dan diterbangkan pulang ke negara masing-masing melalui operasi khusus yang diawasi ketat otoritas kesehatan internasional.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dijadwalkan hadir langsung di Tenerife untuk membantu mengoordinasikan proses evakuasi kapal tersebut.
Tiga penumpang kapal, terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman, dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi hantavirus.
WHO mengonfirmasi virus yang ditemukan merupakan strain Andes hantavirus, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.
Direktur kesiapsiagaan epidemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan seluruh penumpang kapal kini dikategorikan sebagai kontak berisiko tinggi.
Meski demikian, WHO menegaskan risiko penularan kepada masyarakat umum di Kepulauan Canary masih rendah.
Baca tanpa iklan