13 Negara yang Terdampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Indonesia Termasuk?
WHO mengonfirmasi enam kasus hantavirus terkait kapal pesiar MV Hondius dengan tiga korban meninggal dunia.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Dua orang lainnya menjalani isolasi mandiri di Inggris setelah turun dari kapal di St Helena.
Sebanyak 22 warga negara Inggris, baik penumpang maupun awak kapal, akan dibawa ke Rumah Sakit Arrowe Park di Merseyside untuk menjalani isolasi.
Baca juga: Penularan Hantavirus Tak Seperti Covid-19, Sangat Kecil Tertulari saat di Pertama Kali Bertemu
5. Amerika Serikat
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut sedikitnya enam negara bagian memantau kemungkinan kasus setelah sejumlah penumpang MV Hondius kembali ke rumah masing-masing.
Terdapat 17 penumpang asal AS di kapal tersebut, menurut Oceanwide Expeditions.
CDC mengklasifikasikan wabah hantavirus ini sebagai respons darurat Level 3, tingkat terendah dalam sistem kedaruratan mereka.
CDC menegaskan pihaknya terus memantau situasi dan menilai risiko bagi masyarakat AS masih sangat rendah.
Dua warga tanpa gejala yang telah kembali ke rumah dipantau oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia.
Departemen Layanan Kesehatan Arizona juga memantau seorang warga yang merupakan penumpang kapal dan tidak menunjukkan gejala.
Menurut New York Times, California turut memantau sejumlah warga yang sebelumnya berada di kapal tersebut.
6. Denmark
Seorang warga Denmark yang berada di kapal Hondius telah kembali ke negaranya dan diminta menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.
Otoritas kesehatan Denmark menilai risiko penularannya rendah karena orang tersebut tidak memiliki kontak erat dengan pasien yang jatuh sakit.
7. Jerman
Dilaporkan terdapat delapan warga negara Jerman, termasuk satu anggota kru, di kapal tersebut.
Salah satu penumpang wanita yang meninggal dunia berasal dari Jerman.
Seorang individu tanpa gejala lainnya dievakuasi pada Rabu.
Klinik Universitas Düsseldorf yang menangani warga Jerman tersebut mengatakan pasien itu belum dikategorikan sebagai kasus terkonfirmasi, melainkan kontak erat yang masih menjalani pemeriksaan.
Baca tanpa iklan