13 Negara yang Terdampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Indonesia Termasuk?
WHO mengonfirmasi enam kasus hantavirus terkait kapal pesiar MV Hondius dengan tiga korban meninggal dunia.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Sebanyak 38 awak kapal MV Hondius berasal dari Filipina.
Namun hingga kini belum ada kasus hantavirus yang tercatat di negara tersebut.
Para pejabat Filipina menegaskan risiko penularan tetap sangat rendah.
9. Singapura
Badan Penyakit Menular Singapura mengumumkan pada Kamis (7/5/2026) bahwa dua warga negaranya telah diisolasi dan dipantau.
“Hasil tes mereka masih menunggu,” demikian pernyataan badan tersebut.
“Salah satunya mengalami pilek tetapi dalam kondisi baik, sementara yang lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah.”
Singapura sebelumnya mendapat pemberitahuan bahwa dua warganya berusia 67 dan 65 tahun ikut berlayar dari Ushuaia menggunakan kapal tersebut.
10. Afrika Selatan
Seorang wanita Belanda yang meninggal di Afrika Selatan terbang dari St Helena menuju negara tersebut setelah meninggalkan kapal.
Menurut WHO, kondisinya memburuk selama penerbangan menuju Johannesburg.
Media Afrika Selatan melaporkan wanita itu pingsan di Bandara Internasional O.R. Tambo.
Infeksi hantavirus pada dirinya telah dikonfirmasi.
Pejabat kesehatan Afrika Selatan kemudian mengidentifikasi 62 orang yang sempat melakukan kontak dengannya.
11. Spanyol
Kapal MV Hondius yang membawa hampir 150 orang berlabuh di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu (10/5/2026).
Setelah tiba di Tenerife, seluruh warga negara non-Spanyol yang masih sehat akan dipulangkan ke negara masing-masing, sedangkan 14 penumpang asal Spanyol akan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid.
12. Swiss
Di Swiss, seorang pasien yang dirawat di rumah sakit sejak Senin berada dalam kondisi stabil, tetapi menunjukkan gejala yang sesuai dengan infeksi hantavirus seperti demam ringan, nyeri tubuh, dan batuk.
Pasien tersebut dinyatakan positif terinfeksi strain Andes, sementara istrinya tidak menunjukkan gejala tetapi menjalani isolasi mandiri.
13. Prancis
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan seorang warga negaranya sempat melakukan kontak dengan pasien yang jatuh sakit, tetapi tidak menunjukkan gejala.
Baca juga: Beda dari Flu! Ahli Bongkar Cara Strain Andes Hantavirus Menular Antarmanusia di Kapal MV Hondius
Bagaimana dengan Indonesia?
Hantavirus sebenarnya sudah terdeteksi di Indonesia.
Namun, strain virus yang ditemukan berbeda dengan Andes virus yang menyebar di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut mayoritas kasus hantavirus di Indonesia disebabkan strain Seoul virus (SEOV) yang ditularkan melalui tikus rumah.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan tikus rumah seperti Rattus rattus dan Rattus norvegicus atau tikus got menjadi reservoir utama virus tersebut di Indonesia.
Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia dengan tiga kematian.
Kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, yakni DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
“Seluruh kasus konfirmasi tersebut mengarah pada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang disebabkan Seoul virus,” ujar Aji dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Aji menjelaskan temuan hantavirus pada reservoir atau hewan pembawa, yakni tikus, telah ditemukan di 29 provinsi berdasarkan studi Rikhus Vektora oleh Balai Litbangkes Kelas I Salatiga.
“Faktor risiko penularan penyakit ini berkaitan dengan kontak manusia dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan,” jelasnya.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie/Rina Ayu Panca Rini)
Baca tanpa iklan