Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: 13 Negara Terdampak Hantavirus dari Kapal Pesiar - F-35 AS Kirim Sinyal SOS

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya WHO mengonfirmasi enam kasus hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah “kalah secara militer” dan menyebut operasi Washington terhadap Teheran hampir selesai. Namun di lapangan, situasinya justru memperlihatkan hal sebaliknya. 

Di tengah klaim kemenangan AS, ancaman Iran terhadap jalur komunikasi dan ekonomi global malah semakin meningkat, terutama lewat potensi sabotase kabel bawah laut di Selat Hormuz dan Laut Merah.

Kontradiksi itu muncul ketika Trump dalam wawancara dengan jurnalis investigasi Sharyl Attkisson mengatakan Amerika Serikat sudah menghantam sekitar 70 persen target militer Iran dan bahkan bisa menyerang seluruh target tersisa hanya dalam dua pekan. 

Tetapi pada saat yang sama, Washington dan sekutunya justru menghadapi kekhawatiran baru bahwa Iran masih memiliki kemampuan besar untuk melumpuhkan sistem internet, transaksi keuangan, hingga komunikasi militer dunia tanpa harus bertempur secara terbuka.

Bahkan dalam wawancara tersebut, Trump kembali mengungkit "dosa" NATO yang dinilai tidak membantu operasi melawan Iran

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa meski AS mengklaim unggul secara militer, Washington tetap menghadapi keterbatasan dukungan internasional dan belum sepenuhnya mampu mengendalikan eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia.

“Mereka sudah kalah secara militer. Mungkin dalam pikiran mereka sendiri mereka belum menyadarinya. Tapi saya rasa mereka tahu,” kata Trump dalam wawancara yang ditayangkan Minggu waktu setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. F-35 AS Kirim Sinyal SOS di Langit Hormuz, Iran Klaim Bukan 'Masalah Teknis', CENTCOM Masih Bungkam

Jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Amerika Serikat dilaporkan mengirimkan sinyal darurat saat melintas di atas Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Minggu (10/5/2026). 

Insiden itu langsung memicu spekulasi bahwa pesawat generasi kelima tersebut kemungkinan terkena serangan Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk.

Berdasarkan data pelacak penerbangan internasional, jet tempur generasi kelima itu memancarkan kode transponder "7700", yang merupakan sinyal universal untuk keadaan darurat umum (general emergency). 

Sinyal tersebut terdeteksi saat pesawat berada di dekat wilayah Semenanjung Arab, sebuah area yang kini menjadi zona panas akibat penutupan Selat Hormuz oleh militer Iran terhadap lalu lintas kapal-kapal yang dianggap bermusuhan.

Pihak Teheran melalui media pemerintah dan saluran militer segera mengklaim bahwa gangguan pada sistem F-35 tersebut bukanlah kecelakaan teknis semata. 

"Unit pertahanan udara kami terus memantau setiap pergerakan aset asing yang mencoba melanggar batas kedaulatan atau melakukan manuver provokatif di zona identifikasi pertahanan udara kami," ujar seorang pejabat militer Iran dalam laporan yang dikutip dari WION.

Lebih lanjut, pihak Iran memberikan indikasi bahwa status darurat jet tempur tersebut berkaitan dengan sistem pertahanan elektronik atau kinetik yang mereka miliki. 

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas