Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hantavirus Menyebar, Ini Daftar Negara ASEAN yang Laporkan Dugaan Infeksi, Indonesia Ikut Tercatat

Geger hantavirus usai wabah di kapal pesiar MV Hondius. Indonesia hingga Singapura mulai siaga, WHO ikut soroti potensi penyebaran virus.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Selain kasus terkonfirmasi, Kemenkes juga memantau total 251 kasus suspek hantavirus di berbagai daerah. Hasil investigasi menunjukkan sebanyak 23 kasus dinyatakan positif, 221 negatif, empat kasus masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, dan tiga lainnya tidak dapat dilakukan pengambilan spesimen.

Singapura

Sama seperti Indonesia, Singapura mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus setelah dua warganya diketahui berada di kapal pesiar MV Hondius yang menjadi sorotan akibat dugaan penyebaran virus tersebut.

Dua warga Singapura berusia 67 dan 65 tahun itu sempat melakukan perjalanan bersama penumpang lain di kapal pesiar MV Hondius. Keduanya juga diketahui berada dalam penerbangan yang sama menuju Johannesburg dengan salah satu pasien yang telah dikonfirmasi terinfeksi hantavirus pada 25 April 2026.

Menyusul informasi tersebut, laporan Straits Times menyebut Badan Penyakit Menular Singapura atau Communicable Diseases Agency (CDA) segera melakukan langkah pencegahan dengan mengisolasi dan memeriksa kondisi kesehatan keduanya.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kedua warga tersebut negatif hantavirus. Meski demikian, otoritas kesehatan Singapura tetap menempatkan mereka dalam pengawasan medis selama 45 hari, sesuai masa inkubasi maksimum virus.

Korea Selatan

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Korea Selatan belakangan menjadi negara dengan laporan kasus hantavirus terbanyak di Asia. Negara tersebut telah lama menghadapi penyebaran virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, tercatat setidaknya ada 373 kasus Hantaan virus sepanjang 2024.

Sebagian besar kasus ditemukan di wilayah pertanian yang memiliki populasi tikus cukup tinggi. Jenis virus ini menyerang ginjal dan menyebabkan penyakit Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan sindrom ginjal.

Meski tergolong serius, tingkat kematian hantavirus di Korea Selatan dilaporkan berada di bawah lima persen.

Pemerintah setempat secara rutin melakukan pemantauan kesehatan, terutama di daerah pedesaan dan area pertanian yang berisiko tinggi terjadi paparan virus.

Korea Selatan juga memiliki sejarah penting dalam penelitian hantavirus dunia. Ahli virologi asal Korea, Lee Ho Wang, berhasil mengidentifikasi virus Hantan setelah melakukan penelitian panjang terhadap hewan pengerat di sekitar perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.

Penemuan tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam dunia medis karena Lee Ho Wang berhasil mengembangkan vaksin hantavirus pertama di dunia yang dikenal dengan nama Hantavax.

China

Sementara itu, China masih menjadi salah satu negara di Asia dengan laporan kasus hantavirus tertinggi setiap tahun.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas