Iran Ancam Akan Lakukan Pengayaan Uranium hingga 90 Persen jika Diserang AS-Israel Lagi
Iran dapat memperkaya uranium hingga kemurnian 90 persen, tingkat yang dianggap sebagai bahan baku senjata nuklir, jika Iran diserang lagi.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Garudea Prabawati
Penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa program nuklir Teheran tidak akan terhambat secara signifikan kecuali jika persediaan uranium yang sangat diperkaya (HEU) tersebut dipindahkan atau dihancurkan.
Isu nuklir telah menjadi poin utama perselisihan dalam pembicaraan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada akhir Februari 2026.
Iran ingin topik nuklir dibahas pada tahap selanjutnya, sementara AS bersikeras Iran harus memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya ke luar negeri dan menghentikan pengayaan domestik.
AS Didesak Terima Proposal Iran
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan ultimatum kepada Amerika Serikat untuk menerima syarat-syarat dalam proposal 14 poin Teheran untuk perdamaian dalam perang di Timur Tengah atau menghadapi "kegagalan."
Pesan menantang itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran balasan terbaru dari Iran dan mengatakan bahwa gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 8 April berada dalam kondisi "kritis".
Namun, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Washington harus menerima "hak" Teheran jika ingin mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan, karena perundingan perdamaian tetap buntu setelah putaran awal gagal menghasilkan terobosan bulan lalu.
“Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil; hanya kegagalan demi kegagalan,” ungkap Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X, Selasa.
“Semakin lama mereka mengulur waktu, semakin banyak uang pajak warga Amerika yang akan menanggungnya," papar dia.
Baca juga: Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Kirim Peringatan ke Trump Jelang Lawatan Presiden AS ke China
Iran menolak untuk mundur dalam perangnya dengan Washington, dengan para pejabat militer memperingatkan bahwa mereka siap untuk menanggapi setiap serangan AS yang diperbarui.
Hal itu telah mencekik lalu lintas melalui jalur perdagangan utama Selat Hormuz, mengguncang pasar global dan memberikannya pengaruh vital, sementara AS telah memberlakukan blokade angkatan lautnya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Rincian proposal terbaru AS masih terbatas, meskipun laporan media menyebutkan bahwa proposal tersebut berupa nota kesepahaman satu halaman yang bertujuan untuk mengakhiri pertempuran dan membangun kerangka kerja untuk negosiasi tentang program nuklir Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tanggapannya menyerukan diakhirinya perang di semua lini, termasuk Lebanon, menghentikan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, dan mengamankan pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri berdasarkan sanksi jangka panjang.
Pernyataan itu tidak menjelaskan secara rinci apa yang akan ditawarkan Iran sebagai imbalannya.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Baca tanpa iklan