AS dan China Bersatu Menentang Pungutan Iran di Selat Hormuz
China dan AS sepakat bahwa tidak ada negara yang boleh memungut bea pengiriman di Selat Hormuz, termasuk Iran.
Penulis:
Hasanudin Aco
Dalam pertemuan selanjutnya dengan menteri luar negeri Iran, Wang mengatakan bahwa komunitas internasional memiliki "keprihatinan bersama tentang pemulihan jalur normal dan aman melalui selat tersebut" sambil menegaskan kembali bahwa China mendukung Iran dalam "menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya."
Bulan lalu, China memveto resolusi yang didukung AS di PBB yang mendorong negara-negara untuk bekerja sama melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz, dengan alasan resolusi tersebut bias terhadap Iran.
Hal itu mendorong duta besar AS untuk PBB, Mike Waltz, untuk berpendapat bahwa China mentolerir Iran yang mengancam perekonomian global.
AS bersama Bahrain telah menyusun resolusi PBB lainnya yang menuntut Iran menghentikan serangan dan penambangan di selat tersebut.
Akan tetapi para diplomat mengatakan bahwa resolusi ini kemungkinan besar juga akan menghadapi veto dari China dan Rusia jika sampai pada tahap pemungutan suara.
Resolusi itu juga menyerukan diakhirinya "upaya untuk memungut bea ilegal" di selat tersebut.
China telah memerintahkan perusahaan-perusahaannya untuk tidak mematuhi sanksi AS terhadap kilang minyak China terkait pembelian minyak mentah Iran, langkah-langkah yang dimaksudkan untuk mengisolasi dan menekan Iran.