Xi Jinping Singgung Jebakan Thucydides dalam Pertemuannya dengan Donald Trump, Apa Artinya?
Xi Jinping menyinggung “Perangkap Thucydides” saat bertemu Donald Trump untuk menggambarkan potensi konflik antara kekuatan besar dunia.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Whiesa Daniswara
Taiwan juga menjadi tempat masyarakat dapat mengekspresikan diri secara terbuka tanpa rasa takut.
Kurang dari 10 persen penduduk Taiwan mendukung reunifikasi dengan China, menurut survei.
Kekhawatiran akan jatuh di bawah kendali Komunis juga terus meningkat.
"Sejak demokratisasi, kami telah menikmati kebebasan berbicara, demokrasi, dan masyarakat yang beragam," kata Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Chen Ming-chi kepada CBS News dalam wawancara awal Mei 2026.
"Kami telah melewati masa lalu yang otoriter. Kami melihat demokrasi sebagai sesuatu yang telah kami perjuangkan. Rakyat Taiwan sangat menghargai hal itu. Karena itu, kami tidak akan pernah menerima satu negara, dua sistem."
Taiwan juga menjadi salah satu titik rawan terbesar antara AS dan China, bahkan berpotensi memicu perang terbuka antara kedua kekuatan militer tersebut.
China secara rutin menggelar latihan militer di sekitar Taiwan sebagai bentuk unjuk kekuatan.
Selama beberapa dekade, presiden AS tetap berkomitmen membela Taiwan dari tekanan China.
Namun, kini muncul kekhawatiran bahwa Presiden Trump dapat mengubah kebijakan itu, yang dampaknya bisa dirasakan secara global.
Taiwan sangat penting bagi perekonomian Amerika karena memproduksi lebih dari 90 persen semikonduktor tercanggih di dunia.
Komponen tersebut sangat penting bagi pengembangan kecerdasan buatan dan pertahanan, sehingga Taiwan menjadi bagian tak tergantikan dalam rantai pasok global.
"Ada banyak hal yang dipertaruhkan dalam hubungan ini," kata Jonathan Czin, peneliti di John L. Thornton China Center, Brookings Institution, mengenai hubungan AS-Taiwan.
"Dan saya rasa tidak berlebihan untuk mengatakan hal itu."
China memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri sejak tahun 1949, ketika kaum nasionalis kalah dalam Perang Saudara melawan Komunis dan melarikan diri ke daratan Taiwan.
Saat ini, Taiwan telah menjadi kekuatan ekonomi dengan PDB per kapita yang termasuk tertinggi di dunia.