Xi Jinping Singgung Jebakan Thucydides dalam Pertemuannya dengan Donald Trump, Apa Artinya?
Xi Jinping menyinggung “Perangkap Thucydides” saat bertemu Donald Trump untuk menggambarkan potensi konflik antara kekuatan besar dunia.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Whiesa Daniswara
Selama beberapa dekade, AS menolak mengakui klaim Partai Komunis China atas Taiwan.
AS pun terus memberikan bantuan persenjataan bernilai miliaran dolar setiap tahun kepada Taiwan, termasuk paket senilai 10 miliar dolar AS yang diumumkan Desember lalu.
Namun, paket senjata baru senilai 14 miliar dolar AS untuk Taiwan masih menunggu tanda tangan Trump selama berbulan-bulan.
Banyak pihak di Taiwan khawatir Xi akan menggunakan kesepakatan perdagangan untuk melemahkan dukungan AS atau mengubah status quo.
Kekhawatiran itu diperkuat oleh komentar Trump baru-baru ini yang menyatakan dirinya bersedia membahas penjualan senjata AS ke Taiwan dengan Xi.
"Tentu ada kekhawatiran bahwa dia (Trump) akan menukar penjualan senjata itu dengan sesuatu yang lain, entah untuk bantuan terhadap Iran atau konsesi ekonomi tertentu," kata Czin.
"Pendekatan transaksional Presiden Trump membuat semuanya dapat dinegosiasikan."
Chen Ming-chi mengatakan kepada CBS News bahwa ia tetap memandang AS sebagai sekutu yang dapat diandalkan dan tidak khawatir AS akan meninggalkan Taiwan.
"AS dapat mengandalkan kami sebagaimana kami dapat mengandalkan AS," kata Chen.
"Apakah kami percaya pada komitmen AS? Ya. Mereka adalah mitra kami yang dapat diandalkan, mungkin yang paling dapat diandalkan."
Rubio Sebut Posisi AS 'Tidak Berubah'
Setelah pertemuan Xi dan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan posisi AS terkait Taiwan tetap tidak berubah.
Mengutip Newsweek, ringkasan resmi AS mengenai pertemuan tersebut tidak menyinggung Taiwan, tetapi menyoroti hubungan perdagangan dan perang Iran.
Ringkasan itu menyebut baik China maupun AS sama-sama ingin Selat Hormuz tidak berada di bawah kendali Iran.
Gedung Putih juga menyebut China menyatakan minat untuk membeli minyak dari AS.
"Kedua negara sepakat bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," bunyi ringkasan tersebut, yang menunjukkan adanya kesamaan pandangan antara China-AS.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)