Siapakah Abu Bilal al-Manuki yang Kematiannya Diumumkan Donald Trump?
Menurut AFRICOM, operasi yang menewaskan al-Manuki dilakukan setelah proses pengumpulan intelijen dan pengawasan selama berbulan-bulan.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Siapakah Abu Bilal al-Manuki yang Kematiannya Diumumkan Donald Trump?
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat dan Nigeria mengumumkan tewasnya Abu Bilal al-Manuki, tokoh senior ISIS yang disebut sebagai “orang nomor dua” organisasi tersebut.
- Operasi gabungan dilakukan melalui serangan udara dan darat di wilayah Danau Chad, basis utama ISIS di Afrika Barat.
- Kematian al-Manuki dinilai menjadi pukulan besar bagi ISIS, meski ancaman kelompok itu di Afrika masih belum sepenuhnya hilang.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan Nigeria mengumumkan keberhasilan operasi militer gabungan yang menewaskan Abu Bilal al-Manuki.
Abu Bilal al-Manuki, sosok yang disebut sebagai “orang nomor dua” dalam struktur kepemimpinan global ISIS, merupakan satu di antara tokoh paling berpengaruh dalam jaringan kelompok tersebut di Afrika.
Baca juga: Tak Cukup Hanya di Suriah, AS Juga Serang Militan ISIS di Nigeria
Operasi yang digambarkan Washington sebagai “sangat kompleks dan direncanakan dengan cermat” itu dilakukan di wilayah Danau Chad, kawasan strategis yang membentang di perbatasan Nigeria, Chad, Niger, dan Kamerun.
Presiden AS Donald Trump menyebut kematian al-Manuki sebagai pukulan besar terhadap kemampuan operasional ISIS secara global.
“Absennya al-Manuki sangat mengurangi kemampuan operasional organisasi tersebut di seluruh dunia,” ujar Trump.
Militer Nigeria dan Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM) menyatakan operasi dilakukan melalui serangan udara dan darat presisi yang menyasar basis pertahanan ISIS di daerah Metele, Negara Bagian Borno, Nigeria timur laut.
Dari Boko Haram ke Pimpinan ISIS
Abu Bilal al-Manuki, yang memiliki nama asli Abubakar bin Muhammad bin Ali al-Manuki, lahir pada 1982 di Mainok, Negara Bagian Borno.
Kawasan itu selama bertahun-tahun menjadi pusat pemberontakan bersenjata Boko Haram yang menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan warga mengungsi.
Ia awalnya dikenal sebagai tokoh penting Boko Haram sebelum kelompok tersebut menyatakan baiat kepada ISIS pada 2015.
Setelah itu, al-Manuki terus naik dalam struktur kepemimpinan organisasi dan disebut memegang peran strategis dalam operasi ISIS di Afrika Barat dan kawasan Sahel.
Berbagai laporan keamanan menyebut ia terlibat dalam pengiriman pejuang ke Libya pada 2015–2016 untuk mendukung operasi ISIS di negara tersebut.
Namanya juga dikaitkan dengan penculikan lebih dari 100 siswi di Dapchi pada 2018, salah satu insiden paling terkenal dalam konflik bersenjata Nigeria.
Karena perannya yang melintasi berbagai negara, al-Manuki dianggap sebagai salah satu tokoh operasional terpenting ISIS di Afrika.
Ia kemudian dipromosikan menjadi Kepala Administrasi Umum ISIS, posisi yang disebut menempatkannya sebagai figur nomor dua dalam hierarki global organisasi.