Setelah Trump, Kini Gantian Putin Sambangi Xi Jinping di Beijing, Bahas Apa?
Setelah Presiden AS Donald Trump, kini giliran Presiden Rusia Vladimir Putin yang bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Bakal membahas apa?
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nuryanti
Langkah diplomasi Beijing yang mampu menjamu Trump dan Putin dalam waktu satu pekan ini semakin mempertegas posisi China.
Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, China sukses memposisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang utama di tengah transisi dunia menuju sistem multipolar.
Hubungan Rusia-China di Tingkat Tertinggi
Sebelum terbang ke Beijing, Putin menegaskan bahwa Rusia dan China kini berada dalam posisi siap untuk saling mendukung dalam berbagai isu krusial global, terutama terkait dengan perlindungan kedaulatan dan keutuhan wilayah masing-masing negara.
"Saya sangat senang dapat kembali mengunjungi Beijing atas undangan sahabat lama saya, Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping."
"Kunjungan timbal balik yang rutin ini merupakan bagian integral dari upaya bersama untuk membuka potensi hubungan kedua negara yang benar-benar tanpa batas," ujar Putin seperti dikutip dari kantor berita TASS.
Pemimpin Rusia tersebut juga mengenang kembali momentum 25 tahun lalu ketika kedua negara menandatangani Perjanjian Kemitraan Ramah Lingkungan dan Kerja Sama Bersahabat.
Baca juga: Viral Kursi Trump Terlihat Lebih Pendek Dibandingkan Presiden China Xi Jinping, Sengaja?
Menurutnya, pakta tersebut telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi kemitraan strategis yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat kedua negara saat ini.
Lebih lanjut, Putin menyoroti atmosfer saling pengertian, kepercayaan, dan komitmen terhadap kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.
Ke depan, kedua negara berkomitmen untuk terus memperluas kontak di sektor-sektor strategis, mulai dari politik, pertahanan, hingga ekonomi.
(Tribunnews.com/Whiesa)