Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah Trump, Kini Gantian Putin Sambangi Xi Jinping di Beijing, Bahas Apa?

Setelah Presiden AS Donald Trump, kini giliran Presiden Rusia Vladimir Putin yang bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Bakal membahas apa?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
zoom-in Setelah Trump, Kini Gantian Putin Sambangi Xi Jinping di Beijing, Bahas Apa?
Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti
PUTIN BERTEMU XI - Foto diambil dari laman Kantor Presiden Rusia pada Senin (1/9/2025) memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping pada upacara penyambutan resmi pada 31 Agustus 2025. Setelah menjamu Presiden AS Donald Trump, kini Xi Jinping mengundang Putin untuk datang ke Beijing. 

Langkah diplomasi Beijing yang mampu menjamu Trump dan Putin dalam waktu satu pekan ini semakin mempertegas posisi China.

Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, China sukses memposisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang utama di tengah transisi dunia menuju sistem multipolar.

Hubungan Rusia-China di Tingkat Tertinggi

Sebelum terbang ke Beijing, Putin menegaskan bahwa Rusia dan China kini berada dalam posisi siap untuk saling mendukung dalam berbagai isu krusial global, terutama terkait dengan perlindungan kedaulatan dan keutuhan wilayah masing-masing negara.

"Saya sangat senang dapat kembali mengunjungi Beijing atas undangan sahabat lama saya, Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping."

"Kunjungan timbal balik yang rutin ini merupakan bagian integral dari upaya bersama untuk membuka potensi hubungan kedua negara yang benar-benar tanpa batas," ujar Putin seperti dikutip dari kantor berita TASS.

Pemimpin Rusia tersebut juga mengenang kembali momentum 25 tahun lalu ketika kedua negara menandatangani Perjanjian Kemitraan Ramah Lingkungan dan Kerja Sama Bersahabat.

Baca juga: Viral Kursi Trump Terlihat Lebih Pendek Dibandingkan Presiden China Xi Jinping, Sengaja?

Menurutnya, pakta tersebut telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi kemitraan strategis yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat kedua negara saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Putin menyoroti atmosfer saling pengertian, kepercayaan, dan komitmen terhadap kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.

Ke depan, kedua negara berkomitmen untuk terus memperluas kontak di sektor-sektor strategis, mulai dari politik, pertahanan, hingga ekonomi.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas