Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soal GSF Diintersep Tentara Zionis Israel: Hamas Kecam, Netanyahu Bangga

Hamas mengecam tindakan intersepsi oleh Zionis terhadap aktivis dan jurnalis GSF di Siptrus. Namun, Netanyahu justru bangga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Peristiwa berawal ketika Kementeiran Luar Negeri Israel mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial X yang bernada provokasi.

Pihak Zionis meminta agar para aktivis tersebut mengubah rute pelayaran mereka. Israel juga menuding GSF sedang tidak melakukan misi kemanusiaan.

Bahkan, Israel menuding aksi yang dilakukan sebagai bentuk cari perhatian.

"Sekali lagi, sebuah provokasi demi provokasi: apa yang disebut 'armada bantuan kemanusiaan' lainnya tanpa ada bantuan kemanusiaan di dalamnya." demikian pernyataan resmi dari Kementerian Israel.

Lalu, pada Senin pagi waktu setempat sekira pukul 10.30, armada kapal GSF tiba-tiba dikepung oleh IOF di perairan internasional yang berjarak 250 mil dari wilayah Gaza.

Pada momen itu, situs web GSF memperlihatkan detik-detik mencekam ketika anggota IOF menyerbu kapal yang ditumpangi rombongan GSF.

Baca juga: Pantau Operasi dari Tel Aviv, Netanyahu Akui Pasukan Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla

Lalu, para relawan yang berada di salah satu kapal terlihat mengangkat tangan ketika militer Israel mendekat.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, ketika aksi intersepsi yang berujung pembajakan dilakukan, siaran langsung komunikasi langsung terputus. Sesaat setelah itu, GSF pun membuat keterangan resmi yang berbunyi:

"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan (Israel) menaiki kapal pertama kami di siang bolong." 

"Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan non-kekerasan. Pemerintah harus bertindak sekarang untuk menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan ini yang dimaksudkan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza."

Hingga Selasa pagi, total ada 16 kapal yang diintersepsi oleh IOF.

Ada 9 WNI Terdampak Intersepsi

Berdasarkan laporan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), total ada sembilan WNI yang ikut rombongan GSF terdampak intersepsi.

Adapun orang pertama yakni delegasi GPCI Rumah Zakat, Andi Angga Prasadewa yang berada di Kapal Josef.

Lalu ada Asad Aras Muhammad yang merupakan delegasi dari GPCI Spirif of Aqso. Ia berada di Kapal Kasr-1 saat insiden terjadi.

Selanjutnya ada delegasi GPCI Smart 171 Hendro Prasetyo yang berada di kapal yang sama dengan Asad.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas