Murray Valley Kembali Muncul di Australia, 2 Orang Tewas Akibat Virus Langka yang Ditularkan Nyamuk
Dua orang tewas akibat virus Murray Valley di Australia Utara, pemerintah keluarkan peringatan darurat nyamuk.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Dua orang meninggal dunia akibat ensefalitis Murray Valley (MVE) di Alice Springs, Wilayah Utara Australia, dalam dua bulan terakhir.
- Otoritas kesehatan memperingatkan virus langka ini ditularkan melalui gigitan nyamuk dan bisa berakibat fatal.
- Kasus ini memicu peringatan kesehatan dan peningkatan pengendalian nyamuk di seluruh wilayah.
TRIBUNNEWS.COM - Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat virus langka yang ditularkan nyamuk di Wilayah Utara Australia, memicu peringatan kesehatan yang diperluas di berbagai wilayah.
Otoritas kesehatan Wilayah Utara Australia mengonfirmasi bahwa dua kematian akibat ensefalitis Murray Valley (MVE) terjadi pada April dan Mei di kota Alice Springs.
Departemen Kesehatan Wilayah Utara menyebut kasus ini sebagai bagian dari peningkatan risiko penyakit yang dibawa nyamuk di kawasan tersebut.
TRT World melaporkan bahwa kasus ini muncul setelah virus MVE sebelumnya terdeteksi pada populasi nyamuk di Darwin, ibu kota wilayah tersebut.
Virus Langka dengan Dampak Serius
Baca juga: Nyamuk Wolbitos Jadi Senjata Baru Brasil Melawan Demam Berdarah
Ensefalitis Murray Valley adalah penyakit langka namun berpotensi fatal yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.
Virus ini dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan komplikasi serius seperti radang otak.
“Infeksi paling mungkin terjadi antara Februari hingga Juni, dengan puncak kasus pada Maret hingga Mei,” demikian laporan TRT World.
Gejala yang muncul meliputi sakit kepala berat, demam, mual, muntah, nyeri otot, mengantuk, kebingungan, hingga kejang.
Peringatan Diperluas di Seluruh Wilayah
Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa tingginya populasi nyamuk akibat curah hujan signifikan telah memperluas area risiko di seluruh Wilayah Utara.
Baca juga: Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Hutan Buat Nyamuk Pembawa Penyakit Makin Dekat
Xinhua News melaporkan bahwa pemerintah kini memperluas status kewaspadaan dari wilayah Top End hingga mencakup seluruh Northern Territory.
“Jumlah nyamuk diperkirakan tetap tinggi hingga akhir Juli di beberapa wilayah, terutama daerah dengan genangan air,” demikian pernyataan otoritas kesehatan setempat.
Upaya Pengendalian Diperketat
Pemerintah setempat meningkatkan pengendalian nyamuk di habitat berkembang biak, termasuk rawa dan area basah di sekitar Darwin.
NT News melaporkan bahwa operasi pengendalian dilakukan di puluhan hektar area rawan untuk menekan populasi nyamuk.
Warga juga diminta menggunakan obat anti-nyamuk, memakai pakaian tertutup, serta menghindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari.
Riwayat Kasus dan Peringatan
Baca juga: Jangan Sepelekan Demam Usai Bepergian dari Afrika, Kemenkes Rilis Peringatan Virus Ebola