Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Tuduh Ukraina Siapkan Serangan Drone dari Negara Baltik

Rusia menuduh Ukraina menyiapkan serangan dari negara-negara Baltik. Latvia dan negara Baltik lainnya membantah tuduhan Rusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rusia Tuduh Ukraina Siapkan Serangan Drone dari Negara Baltik
Kremlin
PRESIDEN RUSIA - Foto Kremlin diambil pada Rabu (22/4/2026), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan CEO Rosseti, Andrei Ryumin (tidak terlihat dalam foto) pada 14 April 2026. Pada 19 Mei 2026, Rusia menuduh Ukraina menyiapkan serangan dari negara-negara Baltik. Latvia dan negara Baltik lainnya membantah tuduhan Rusia. 

Latvia, Estonia, dan Lithuania membantah keras tuduhan Rusia yang menyebut wilayah mereka digunakan Ukraina untuk melancarkan serangan drone terhadap Rusia.

Perwakilan Latvia di PBB, Sanita Pavļuta-Deslandes, menilai tuduhan Moskow sebagai bentuk disinformasi dan ancaman yang menunjukkan kelemahan Rusia.

“Kebohongan, disinformasi agresif, dan ancaman adalah tanda keputusasaan dan kelemahan,” ujarnya dalam sidang PBB.

Presiden Latvia, Edgars Rinkēvičs, juga menegaskan negaranya tidak pernah mengizinkan wilayah udara maupun teritorinya dipakai untuk menyerang Rusia atau negara lain.

“Rusia berbohong tentang Latvia yang mengizinkan negara mana pun menggunakan wilayah Latvia untuk melancarkan serangan,” tulisnya.

Pemerintah Estonia dan Lithuania turut membantah tuduhan serupa. Negara-negara Baltik menilai klaim Rusia merupakan upaya menciptakan narasi baru untuk meningkatkan tekanan politik terhadap anggota NATO di kawasan tersebut.

Ukraina Berduka, Dua Saudari Korban Rudal Rusia Dimakamkan di Kyiv

Suasana duka menyelimuti Kyiv pada Selasa ketika pemakaman dua saudari korban serangan rudal Rusia digelar di Biara Kubah Emas Santo Mikael.

Rekomendasi Untuk Anda

Liubava Yakovlieva yang berusia 12 tahun dan kakaknya, Vira Yakovlieva, 17 tahun, tewas setelah rudal Rusia menghantam gedung apartemen mereka pada 14 Mei lalu.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 24 orang dan menjadi salah satu tragedi paling memilukan di ibu kota Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam prosesi pemakaman, ibu mereka, Tetiana, duduk di samping peti mati kedua putrinya sebagai satu-satunya anggota keluarga yang tersisa.

Ayah kedua gadis itu, Yevhen Yakovliev, sebelumnya telah gugur sebagai tentara Ukraina di garis depan perang tiga tahun lalu.

“Ini adalah tatanan yang tidak wajar, ketika orang tua menguburkan anak-anak mereka,” kata pendeta Efrem Khomiak yang memimpin upacara pemakaman.

Ia menegaskan bahwa tragedi tersebut bukan hanya duka keluarga Yakovliev, tetapi juga luka bagi seluruh Ukraina yang terus hidup di tengah perang berkepanjangan dengan Rusia.

Inggris Longgarkan Sanksi Energi Rusia, Impor Solar dan Bahan Bakar Jet Kini Dikecualikan

Pemerintah Inggris resmi melonggarkan sebagian aturan sanksi energi terhadap Rusia dengan mengizinkan impor bahan bakar seperti diesel dan bahan bakar jet yang berasal dari minyak mentah Rusia, asalkan telah diproses atau dimurnikan di negara ketiga.

Kebijakan baru tersebut diumumkan pada Selasa dan mulai berlaku Rabu waktu setempat. Aturan itu berlaku tanpa batas waktu, meski pemerintah Inggris menyatakan kebijakan tersebut akan ditinjau secara berkala dan sewaktu-waktu dapat diubah atau dicabut.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas