Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Tuduh Ukraina Siapkan Serangan Drone dari Negara Baltik

Rusia menuduh Ukraina menyiapkan serangan dari negara-negara Baltik. Latvia dan negara Baltik lainnya membantah tuduhan Rusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rusia Tuduh Ukraina Siapkan Serangan Drone dari Negara Baltik
Kremlin
PRESIDEN RUSIA - Foto Kremlin diambil pada Rabu (22/4/2026), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan CEO Rosseti, Andrei Ryumin (tidak terlihat dalam foto) pada 14 April 2026. Pada 19 Mei 2026, Rusia menuduh Ukraina menyiapkan serangan dari negara-negara Baltik. Latvia dan negara Baltik lainnya membantah tuduhan Rusia. 

Selama ini, minyak mentah Rusia banyak dikirim ke negara-negara seperti India dan Turki untuk diolah di kilang lokal sebelum diekspor kembali ke pasar internasional sebagai produk dari negara tersebut.

Celah inilah yang dinilai membuat penegakan sanksi terhadap sektor energi Rusia semakin sulit dilakukan.

Keputusan London muncul di tengah tekanan biaya hidup dan tingginya harga energi di Inggris. Pemerintah dinilai berusaha menjaga pasokan bahan bakar domestik tetap stabil meski langkah tersebut menuai kritik karena dianggap berpotensi membuka jalan bagi Rusia untuk tetap memperoleh pendapatan besar dari sektor energi di tengah perang Ukraina.

Uni Eropa Kritik AS karena Longgarkan Tekanan terhadap Minyak Rusia

Uni Eropa mengkritik keputusan AS yang kembali memperpanjang pengecualian terhadap sejumlah sanksi minyak Rusia.

Langkah Washington dinilai dapat mengurangi tekanan ekonomi terhadap Moskow di tengah perang yang masih berlangsung di Ukraina.

Kritik tersebut disampaikan Komisioner Ekonomi Uni Eropa, Valdis Dombrovskis, pada Selasa.

Ia menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk melonggarkan pembatasan terhadap sektor energi Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dari sudut pandang Uni Eropa, kami tidak berpikir bahwa ini adalah waktu untuk mengurangi tekanan pada Rusia,” kata Dombrovskis.

Menurutnya, Rusia justru memperoleh keuntungan besar dari kenaikan harga energi global, termasuk akibat konflik di Timur Tengah dan ketegangan di Iran.

Ia juga mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyebut kebijakan tersebut hanya bersifat sementara.

Namun, Dombrovskis menyoroti bahwa pengecualian itu kini sudah diperpanjang untuk kedua kalinya, padahal awalnya dirancang hanya berlaku selama 30 hari.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di Eropa bahwa celah sanksi terhadap Rusia semakin besar dan dapat membantu Kremlin mempertahankan pemasukan untuk mendanai perang.

Inggris Izinkan Transportasi LNG Rusia hingga 2027

Inggris mengeluarkan lisensi khusus yang mengizinkan transportasi maritim gas alam cair (LNG) dari proyek energi Rusia, termasuk Sakhalin-2 dan Yamal, meski negara itu masih berada di bawah sanksi internasional terkait perang Ukraina.

Kebijakan tersebut diumumkan pada Selasa sebagai bagian dari aturan sanksi Rusia yang diperbarui oleh pemerintah Inggris.

Lisensi itu mencakup berbagai layanan pendukung seperti pengiriman laut, pembiayaan, hingga jasa perantara perdagangan energi.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas