Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Dalang Serangan PLTN UEA - Iran Sebut Mojtaba Khamenei Hanya Tergores

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Pemerintah Uni Emirat Arab merilis hasil investigasi serangan drone di PLTN Barakah

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Dua kapal tanker super Tiongkok membawa 4 juta barel minyak mentah Timur Tengah keluar dari Selat Hormuz, Rabu (20/5/2026).

Kapal tanker China itu meninggalkan Selat Hormuz setelah menunggu di Teluk selama lebih dari dua bulan, menurut data pengiriman dari LSEG dan Kpler.

Kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) berbendera Tiongkok, Yuan Gui Yang, memuat 2 juta barel minyak mentah Basrah Irak pada 27 Februari 2026, sehari sebelum perang AS-Israel di Iran dimulai, menurut data tersebut.

Kapal tersebut, yang disewa oleh Unipec, divisi perdagangan dari perusahaan penyulingan terbesar di Asia, Sinopec, diperkirakan akan mencapai Pelabuhan Shuidong dekat kota Maoming di provinsi Guangdong selatan, pada 4 Juni 2026 untuk membongkar muatannya.

Diberitakan Arab News, kapal tanker VLCC berbendera Hong Kong, Ocean Lily, memuat masing-masing 1 juta barel minyak mentah Al-Shaheen Qatar dan Basrah Irak antara akhir Februari dan awal Maret.

Kapal tersebut, yang dimiliki oleh perusahaan minyak besar Tiongkok, Sinochem, diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Quanzhou di provinsi Fujian bagian timur pada 5 Juni 2026 untuk membongkar muatannya.

AS Sita Kapal Tanker Minyak yang Terkait dengan Iran

Sementara itu, Amerika Serikat telah menyita sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran di Samudra Hindia, demikian dilaporkan Wall Street Journal pada Selasa (19/5/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Penyitaan dilakukan seiring AS mempertahankan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran bahkan saat negosiasi terus berlanjut.

Kapal tanker yang dikenal sebagai Skywave itu dikenai sanksi oleh AS pada Maret 2026, karena perannya dalam mengangkut minyak Iran dan kemungkinan membawa lebih dari 1 juta barel minyak mentah yang dimuat di Pulau Kharg, Iran, pada Februari 2026, menurut laporan tersebut.

Wall Street Journal, mengutip para pialang dan data dari Lloyd's List Intelligence, mengatakan bahwa kapal tersebut beroperasi di area yang dikenal sebagai tempat transfer minyak antar kapal yang ilegal.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas