5 Populer Internasional: Dalang Serangan PLTN UEA - Iran Sebut Mojtaba Khamenei Hanya Tergores
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Pemerintah Uni Emirat Arab merilis hasil investigasi serangan drone di PLTN Barakah
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan segera mengakhiri perang dengan Iran dan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
- Pemerintah Uni Emirat Arab merilis hasil investigasi serangan drone di PLTN Barakah yang disebut berasal dari Irak dan terkait kelompok milisi Syiah.
- Sementara itu, Iran membantah rumor kondisi parah Mojtaba Khamenei dan menegaskan ia hanya mengalami goresan kecil di telinga.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya merilis siapa dalang dalam serangan drone di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, Iran membantah rumor kondisi parah Mojtaba Khamenei dan menyebut ia hanya mengalami goresan kecil di belakang telinga.
Berikut berita populer internasional selengkapnya.
1. AS Bakal Akhiri Perang Iran dengan Sangat Cepat, Trump: Mereka Tak akan Memiliki Senjata Nuklir
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS bergerak cepat menuju pengakhiran perang dengan Iran, Selasa (19/5/2026) waktu setempat.
Trump diketahui membatalkan rencana untuk melanjutkan serangan terhadap Iran yang dijadwalkan pada Selasa setelah adanya permintaan dari para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
"Kita akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, mereka sudah lelah dengan ini," kata Trump di Gedung Putih, Selasa, dilansir Anadolu Agency.
"Saya pikir kita akan segera menyelesaikan itu, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan mudah-mudahan kita akan menyelesaikannya dengan cara yang sangat baik," tambahnya.
Sementara itu, Trump mengatakan ia akan melanjutkan serangan terhadap Iran dalam waktu satu jam jika ia tidak menundanya awal pekan ini atas permintaan sekutu regional.
“Mereka tahu bahwa kami sudah sangat dekat. Saya akan mengatakan bahwa saya hanya tinggal satu jam lagi sebelum membuat keputusan untuk pergi hari ini,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Dia mengatakan AS mungkin akan memberikan "pukulan besar lainnya" kepada Iran jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan permanen dalam beberapa hari mendatang.
“Mereka memohon untuk membuat kesepakatan. Saya harap kita tidak perlu berperang, tetapi kita mungkin harus memberi mereka pukulan besar lainnya,” katanya.
“Saya katakan, dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau sesuatu. Mungkin awal minggu depan, untuk jangka waktu terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru," paparnya.
2. Terkuak Dalang Serangan Drone Misterius ke PLTN Milik UEA, Benarkah Iran?
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi mengumumkan siapa sosok yang melakukan serangan drone di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada akhir pekan lalu.