Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Skandal Pelecehan Seksual Anak Prasekolah di Paris, Lebih dari 100 Kasus Diperiksa

Lebih dari 100 kasus pelecehan dan penganiayaan seksual terhadap anak-anak prasekolah berusia 3–6 tahun tengah diselidiki di Paris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Skandal Pelecehan Seksual Anak Prasekolah di Paris, Lebih dari 100 Kasus Diperiksa
Pexels
KEKERASAN ANAK PRASEKOLAH - Foto ilustrasi anak bermain di sekolah prasekolah, diambil dari situs bebas royalti Pexels. Lebih dari 100 kasus pelecehan dan penganiayaan seksual terhadap anak-anak prasekolah berusia 3–6 tahun tengah diselidiki di Paris 

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 100 kasus pelecehan dan penganiayaan seksual terhadap anak-anak prasekolah berusia 3–6 tahun tengah diselidiki di Paris
  • Kasus ini melibatkan 84 sekolah dan berujung pada penangguhan 78 pengawas sekolah.
  • Merespons skandal ini, Wali Kota Paris mengumumkan paket perbaikan senilai 20 juta euro sambil mengakui bahwa pihak berwenang selama ini gagal menanggapi peringatan orang tua dengan serius

TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 100 kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak prasekolah kini tengah diselidiki di Paris, Prancis.

Menurut laporan The Guardian, Jaksa Penuntut Umum Paris, Laure Beccuau, mengonfirmasi bahwa investigasi besar-besaran sedang berlangsung.

Penyelidikan ini mencakup 84 sekolah prasekolah, sekitar 20 sekolah dasar, dan sekitar 10 pusat penitipan anak atau daycare.

Besarnya skala kasus ini membuat Balai Kota Paris menangguhkan 78 pengawas sekolah (school monitor), termasuk 31 orang yang secara langsung dicurigai melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak berusia 3–4 tahun.

Salah satu korban, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun, awalnya menolak masuk sekolah.

Ia berdiam diri di depan gerbang sekolah dengan raut penuh ketakutan.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, baik orang tua maupun guru yang membimbingnya masuk ke kelas tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Belakangan barulah mereka mengetahui alasan di balik ketakutan anak tersebut, ia diduga telah dilecehkan oleh pengawas sekolah.

Mengenal Pengawas Sekolah dan Sistem Pendidikan di Prancis

Di Prancis, pendidikan anak dimulai sejak usia dini bahkan sejak 0 tahun.

Sebelum memasuki sekolah dasar, anak-anak menjalani hingga dua tahap pendidikan prasekolah atau penitipan anak.

Dilansir expatica.com, dari usia 0 hingga 3 tahun, anak-anak dapat masuk daycare, meskipun tidak bersifat wajib.

Setelah itu, pada usia 3–6 tahun, anak-anak wajib mengikuti sekolah prasekolah. Di sinilah kasus pelecehan seksual ini terjadi.

Sekolah prasekolah di Prancis terbagi menjadi dua jenis, yakni sekolah negeri yang didanai pemerintah dan sekolah swasta yang berbayar.

Di sekolah negeri, orang tua hanya menanggung biaya layanan tambahan seperti makan siang dan penitipan setelah sekolah.

Baca juga: 5 Kota dengan Kasus Kekerasan di Daycare, Jogja Catat 103 Anak Terdampak

Umumnya, prasekolah Prancis memiliki tiga kelas yang dibagi berdasarkan usia:

  • Petite Section (PS) – usia 3–4 tahun
  • Moyenne Section (MS) – usia 4–5 tahun
  • Grande Section (GS) – usia 5–6 tahun
Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas