Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Swedia Perkuat Ukraina: 16 Jet Gripen Meluncur, Zelensky Incar 150 Unit Jet Tempur

Swedia mengumumkan rencana pengiriman 16 jet tempur Gripen kepada Ukraina yang akan mulai disalurkan pada awal 2027.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Perdana Menteri (PM) Swedia, Ulf Kristersson mengatakan kesepakatan akhir ditargetkan rampung secepat mungkin.

“Tujuannya adalah untuk segera menyelesaikan kesepakatan akhir dengan pengiriman mulai tahun 2030,” ujar Kristersson.

Dalam skema kerja sama jangka panjang, Ukraina disebut dapat membeli hingga 150 unit Gripen E.

Presiden Ukraina, Volodymyr  Zelensky berharap seluruh proyek itu bisa memperoleh dukungan pendanaan internasional.

“Kami berharap dapat mengamankan pembiayaan untuk semuanya,” kata Zelensky.

Gripen E menjadi sorotan karena mampu membawa rudal udara-ke-udara Meteor buatan Eropa yang dikenal memiliki daya jangkau tinggi dan kemampuan tempur canggih.

Kongres AS Desak Tambahan Rudal untuk Ukraina

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat mendukung permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait tambahan rudal pertahanan udara.

Baca juga: Hari ke-1.554 Perang Rusia Vs Ukraina, Moskow Ancam Serangan Terarah ke Jantung Kyiv

Rekomendasi Untuk Anda

Dukungan itu muncul usai delegasi anggota parlemen AS bertemu Zelensky di Kyiv.

Senator Demokrat Richard Blumenthal berharap Washington segera menyetujui permintaan tersebut.

“Harapan dan ekspektasi saya adalah Amerika akan menanggapi permintaan ini secara positif,” kata Blumenthal.

Pernyataan itu disampaikan bersama anggota DPR AS Jim Himes yang juga mendukung penguatan sistem pertahanan Ukraina.

Tekanan terhadap Washington meningkat di tengah intensitas serangan udara Rusia ke berbagai kota Ukraina.

Perang Iran Hambat Bantuan AS ke Ukraina

Anggota DPR AS Jim Himes mengakui perang Amerika Serikat melawan Iran mulai memengaruhi dukungan militer untuk Ukraina.

Himes mengatakan, sebagian besar material militer Washington kini terserap ke kawasan Teluk Persia.

“Konflik itu perlu diakhiri kemarin karena banyak alasan,” kata Himes.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas