China Vs NATO, Beijing Lancarkan Peperangan Elektronik Terhadap Kapal Perang Belanda di LCS
Ketegangan di Laut China Selatan kembali memanas setelah militer China mengklaim berhasil “mengusir” kapal perang Belanda di kawasan tersebut.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Electronic warfare sendiri menjadi salah satu pilar utama modernisasi militer China dalam satu dekade terakhir.
Beijing diketahui mengembangkan berbagai sistem jammer, radar disruption, spoofing GPS, hingga kemampuan cyber-electronic attack yang dapat mengganggu kapal perang dan pesawat asing di kawasan Indo-Pasifik.
Pengamat pertahanan di Asia menilai langkah China tersebut merupakan sinyal bahwa Beijing kini semakin percaya diri menggunakan instrumen non-kinetik untuk mempertahankan klaim teritorialnya.
Strategi ini dianggap lebih aman dibanding serangan langsung karena dapat menekan lawan tanpa memicu perang terbuka.
Kapal Perang yang Terlibat
Dalam insiden terbaru ini, kapal perang yang menjadi pusat perhatian adalah fregat Belanda HNLMS Tromp.
Kapal tersebut merupakan salah satu kapal tempur tercanggih milik Angkatan Laut Belanda dan termasuk bagian dari interoperabilitas NATO di kawasan Indo-Pasifik.
Berikut spesifikasi utama kapal perang HNLMS Tromp:
- Termasuk fregat kelas De Zeven Provinciën dengan kemampuan pertahanan udara jarak jauh.
- Memiliki sistem radar SMART-L dan APAR yang mampu mendeteksi ancaman udara serta rudal balistik.
- Dipersenjatai rudal permukaan-ke-udara SM-2 dan ESSM untuk menghadapi ancaman pesawat maupun misil.
- Dilengkapi meriam OTO Melara 127 mm, torpedo anti-kapal selam, dan sistem close-in weapon system (CIWS).
- Memiliki kemampuan peperangan elektronik, anti-kapal selam, serta interoperabilitas penuh dengan armada NATO.
Sementara itu, China dilaporkan mengerahkan sejumlah kapal perang dan aset udara dari Armada Laut Selatan PLA Navy untuk menghadang fregat Belanda tersebut.
Salah satu kapal yang disebut aktif dalam patroli kawasan Paracel adalah destroyer Type 052D, kapal perang modern yang menjadi tulang punggung armada China.
Berikut spesifikasi utama destroyer Type 052D milik China:
- Destroyer multi-peran dengan displacement sekitar 7.500 ton.
- Menggunakan radar AESA modern dan sistem peluncur vertikal (VLS) untuk rudal jarak jauh.
- Dipersenjatai rudal anti-kapal YJ-18 dan rudal pertahanan udara HQ-9B.
- Memiliki kemampuan peperangan elektronik dan anti-submarine warfare tingkat lanjut.
- Didesain untuk operasi laut biru dan pengawalan armada kapal induk China.
Ketegangan terus meningkat
Ketegangan di Laut China Selatan memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kawasan ini menjadi jalur perdagangan strategis dunia dengan nilai transaksi mencapai triliunan dollar AS setiap tahun.
Selain itu, Laut China Selatan diyakini menyimpan cadangan minyak, gas, dan sumber daya laut yang besar.