Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ringgit Menguat, PM Malaysia Justru Minta Semua Pihak Berhemat dan Kurangi Kunjungan Luar Negeri

Anwar menegaskan bahwa Malaysia saat ini tengah menerapkan efisiensi anggaran di seluruh kementerian dengan memangkas hal-hal non-esensial

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Ringgit Menguat, PM Malaysia Justru Minta Semua Pihak Berhemat dan Kurangi Kunjungan Luar Negeri
bernama
RINGGIT MALAYSIA - ANWAR IBRAHIM Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat mendengarkan khutbah salat Jumat di Masjid Ar-Rahimah Taman Greenwood Jumat (30/1/2026). Pada Sabtu (30/5/2026) Anwar menegaskan bahwa pemerintah Malaysia saat ini tengah menerapkan efisiensi anggaran di seluruh kementerian, seperti Pembatasan perjalanan dinas bagi menteri dan pejabat negara ke luar negeri yang menjadi salah satu sorotan utama dalam kebijakan ini. 

Untuk meringankan beban pendidikan, pemerintah juga membagikan voucher buku senilai RM100 (sekitar Rp448.900) yang ditujukan bagi seluruh pelajar sekolah dan mahasiswa di penjuru negeri.

Faktor Menguatnya Ekonomi Malaysia

Langkah efisiensi anggaran ini berjalan beriringan dengan menguatnya nilai mata uang Ringgit, yang saat ini tercatat sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia.

Tren positif ini diyakini sebagai hasil dari meningkatnya kepercayaan investor yang didukung oleh stabilitas politik yang terjaga dengan baik.

Baca juga: Thailand Copot Pejabat karena Banjir, di Indonesia Bupati Umrah dan DPRD Kunker saat Bencana

Di samping itu, tata kelola pemerintahan yang efisien serta komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim turut menjadi faktor kunci yang mendongkrak perekonomian.

Terkait upaya pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola, Anwar menekankan bahwa hal tersebut murni bertujuan untuk memulihkan stabilitas keuangan negara, bukan dilandasi motif politik.

Di kancah internasional, kebijakan luar negeri Malaysia yang berprinsip "centrality" dinilai Anwar berhasil menjaga kuatnya hubungan dagang dan aliran investasi dari negara-negara besar ke Malaysia

Adapun asas "Centrality" yang dimaksud Anwar ini adalah sikap independen namun tegas yang ditampilkan Malayasia terhadap isu-isu internasional dan panggung global.

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui perpaduan antara penguatan Ringgit dan disiplin anggaran yang ketat, Anwar mengaku optimis Malaysia dapat terus menjaga kesejahteraan rakyatnya di tengah ketidakpastian geopolitik global.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas