Pelan tapi Pasti, Trump Yakin Iran akan Kibarkan Bendera Putih dan Tunduk pada AS
Presiden AS Trump optimis akan mencapai kesepakatan, namun sebut tak buru-buru. AS akan mundur jika Selat Hormuz dibuka dan masalah nuklir selesai.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Salma Fenty
"Saya tidak terburu-buru," kata Trump, seraya menambahkan, "Saya ingin mengatakan saya terburu-buru, karena Anda tahu, harga bensin akan anjlok, tetapi jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan mendapatkan kesepakatan yang baik."
Trump mengatakan bahwa pemerintahannya terus membuat kemajuan dalam negosiasi dan tetap fokus untuk memastikan Iran tidak dapat memperoleh senjata nuklir.
"Pelan tapi pasti, saya rasa kita mendapatkan apa yang kita inginkan," kata Trump.
Media Iran Ungkap Isi Draf Kesepahaman
Di tengah berlangsungnya pembicaraan, media pemerintah Iran merilis dokumen tidak resmi yang disebut sebagai draf nota kesepahaman antara Teheran dan Washington.
Dokumen tersebut memuat 14 poin kesepakatan yang dikabarkan disusun melalui mediasi Pakistan.
Salah satu poin utama dalam draf tersebut adalah komitmen Amerika Serikat untuk membuka akses Iran terhadap aset yang selama ini dibekukan akibat sanksi.
Nilainya disebut mencapai 12 miliar dolar AS dalam waktu 60 hari setelah kesepakatan diumumkan. Dana tersebut nantinya dapat digunakan Iran tanpa pembatasan tertentu.
Selain itu, draf tersebut juga memuat klausul mengenai Selat Hormuz. Menurut laporan media Iran, Teheran akan memperoleh kewenangan eksklusif untuk menentukan jenis kapal yang boleh melintas di jalur perairan tersebut.
Iran juga disebut berwenang mengatur rute pelayaran, biaya navigasi, keamanan, hingga penanganan dampak lingkungan di kawasan itu.
Hingga kini pemerintah AS belum memberikan komentar resmi mengenai isi dokumen yang dipublikasikan media Iran tersebut.
Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun sebelum seluruh persyaratan yang diinginkan Amerika Serikat terpenuhi.
Seorang pejabat AS yang dikutip Axios mengatakan bahwa kedua negara masih terlibat dalam proses negosiasi yang cukup alot.
Meski demikian, Washington tetap optimistis kesepakatan dengan Iran dapat tercapai, meskipun waktu penyelesaiannya masih belum dapat dipastikan, seperti diberitakan Al Arabiya.
AS Perketat Blokade Terhadap Iran
Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah militer AS memperketat blokade laut terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah menghentikan kapal kargo berbendera Gambia, Lian Star, yang berusaha menuju pelabuhan Iran pada malam hari setelah mengabaikan sejumlah peringatan dari pasukan AS.